PT Astra Daihatsu Motor Catat Pemesanan Rocky Hybrid Capai 750 Unit

PT Astra Daihatsu Motor Catat Pemesanan Rocky Hybrid Capai 750 Unit

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membukukan surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk Rocky Hybrid sekitar 750 unit sejak diperkenalkan di Indonesia pada 24 Juli 2025 hingga April 2026. Angka pemesanan yang tinggi ini memicu antrean pengiriman di sejumlah daerah akibat terbatasnya pasokan kendaraan.

Respons positif dari pasar otomotif tanah air tersebut membuat proses distribusi kendaraan dilakukan secara bertahap, sebagaimana dilansir dari Otomotif. Saat ini, volume pasokan untuk model SUV ramah lingkungan tersebut berada di kisaran 100 sampai 150 unit per bulan.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa pengiriman perdana kepada konsumen telah berjalan sejak November 2025 dengan total distribusi baru mencapai kisaran 400 unit. Hambatan dalam kecepatan pemenuhan pesanan ini dipengaruhi oleh status kendaraan yang masih diimpor secara utuh.

Strategi distribusi dan pemenuhan permintaan pasar ini disampaikan langsung oleh perwakilan manajemen perusahaan di Tangerang pada Rabu (20/5/2026).

"Rocky Hybrid SPK itu sekitar 750 dari Juli sampai April. Suplai terbesarnya sekitar 100 sampai 150 unit mulai bulan ini," ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

Kelancaran pengurusan dokumen kendaraan berstatus completely built up (CBU) diakui membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama daripada model yang dirakit di dalam negeri. Kondisi administratif tersebut turut berdampak pada masa tunggu konsumen di daerah.

"Ini karena CBU, jadi proses STNK kadang lebih lama," katanya.

Hingga kini, konsentrasi geografis dari para pemesan mobil ini masih didominasi oleh konsumen di kota-kota besar meliputi Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kelompok pembeli mobil kedua menjadi mayoritas konsumen, meski tren ketertarikan dari pembeli mobil pertama mulai tumbuh di Jabodetabek.

Mengenai rencana lokalisasi perakitan atau completely knocked down (CKD) untuk menekan waktu distribusi, pihak agen pemegang merek menegaskan masih melakukan analisis mendalam dan belum menetapkan jadwal produksi domestik.

"CKD-nya masih dipelajari," ujar Sri Agung.

Pertimbangan untuk melakukan produksi lokal tetap memperhatikan berbagai indikator industri seperti harga jual, volume permintaan, serta perencanaan produksi jangka panjang. Langkah mendatangkan model hybrid ini menjadi landasan awal bagi perusahaan dalam memasuki pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi