Kawasan wisata Pantai Jawa Hagu atau Jagu di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, dinilai memerlukan penataan serius dari pemerintah setempat pada Sabtu (9/5/2026). Destinasi yang menghadap Selat Malaka ini dianggap kurang terorganisir karena pedagang dan kendaraan masih memenuhi bahu jalan di bibir pantai.
Kondisi di lapangan menunjukkan belum adanya keseragaman fasilitas bagi pengunjung, seperti ketersediaan tempat duduk yang teratur. Dilansir dari Detik Travel, minimnya area khusus bagi pelaku usaha mikro membuat para pedagang menggelar lapak secara mandiri di sepanjang jalur evakuasi dan pemecah ombak.
Mulyadi, seorang pengunjung asal Desa Keude Mane, Aceh Utara, menyebutkan bahwa lokasi tersebut memiliki nilai strategis karena letaknya yang berada tepat di pinggiran pusat kota. Namun, ia menyayangkan pengelolaan yang saat ini terkesan dibiarkan tanpa fasilitas pendukung yang memadai.
"Kalau ditata dengan baik, lokasi parkir, dan lain sebagainya, menu makanan disiapkan, pasti akan ramai pengunjung setiap sore," ujar Mulyadi, pengunjung asal Aceh Utara.
Banyaknya wisatawan yang memarkirkan kendaraan secara sembarangan di pinggir jalan mempersempit akses publik di kawasan tersebut. Hal ini terjadi seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk menikmati suasana sore di area Kesatuan Keamanan Pelabuhan (KP3) Lhokseumawe.
Harapan serupa disampaikan oleh Muammar, pengunjung yang berasal dari Desa Bayu, yang meyakini potensi Pantai Jagu bisa menjadi ikon baru bagi pariwisata Lhokseumawe jika dikelola secara profesional. Menurutnya, pembenahan infrastruktur dasar akan berdampak langsung pada jumlah kunjungan harian.
"Semoga ada penataan lebih baik, lokasi bagus, dekat dengan kota. Sayang kalau tidak dikelola dengan baik. Ini bisa menjadi icon," ujar Muammar, pengunjung dari Desa Bayu.
Hingga saat ini, pihak otoritas terkait di Pemerintah Kota Lhokseumawe belum memberikan penjelasan mengenai rencana pengembangan kawasan tersebut. Darhafli selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Lhokseumawe belum menanggapi pertanyaan yang diajukan terkait aspirasi para pengunjung pantai.