Pemerintah Indonesia resmi menetapkan pemberlakuan mandatori penggunaan bahan bakar minyak (BBM) B50 yang dijadwalkan mulai berjalan pada 1 Juli 2026 mendatang. Kebijakan ini diambil setelah melewati berbagai tahap pengujian laboratorium dan uji jalan pada mesin diesel yang telah dilakukan secara serentak sejak akhir tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pengujian tersebut melibatkan enam sektor utama untuk memastikan keamanan penggunaan bahan bakar nabati ini. Berdasarkan laporan hasil pengujian sementara hingga April 2026, penggunaan campuran 50 persen minyak sawit ini dinyatakan aman bagi kendaraan operasional.
"Kita sudah melakukan kick off dan serentak uji di 6 sektor pada 6 Desember 2026," kata Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).
Eniya menambahkan bahwa sektor yang diuji mencakup otomotif, pertambangan, alat pertanian, kelautan, pembangkit listrik, serta kereta api. Dilansir dari Suara, kendaraan dengan kategori berat di atas 3,5 ton telah menuntaskan target jarak tempuh 40.000 kilometer, sementara kendaraan di bawah 3,5 ton telah mencapai jarak yang sama dari target total 50.000 kilometer.
Langkah pemerintah dalam menguji coba implementasi B50 pada sektor otomotif ini mendapatkan respons positif dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Organisasi tersebut menekankan pentingnya konsistensi spesifikasi bahan bakar antara masa pengujian dengan masa implementasi massal nantinya.
"Kami berharap bahwa spek bahan bakar yang digunakan untuk uji ini menjadi spek untuk implementasi B50" ujar Abdul Rochim, anggota GAIKINDO.
Data pengujian menunjukkan kualitas bahan bakar B100 yang digunakan dalam campuran tersebut telah memenuhi standar teknis, terutama pada aspek kadar air dan stabilitas oksidasi. Meskipun kinerja mesin dilaporkan tetap stabil, pemilik kendaraan diesel model lama disarankan untuk melakukan perawatan ekstra guna mengantisipasi penyumbatan filter bahan bakar akibat sifat pembersih dari biodiesel.