Penerbangan Internasional Singapura ke Pulau Belitung Kembali Beroperasi

Penerbangan Internasional Singapura ke Pulau Belitung Kembali Beroperasi

Akses udara internasional menuju Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, resmi beroperasi kembali mulai Minggu (3/5/2026). Pembukaan gerbang udara ini menghubungkan Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin dengan Bandara Changi di Singapura guna memacu pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.

Layanan penerbangan reguler ini dioperasikan oleh maskapai Scoot dengan frekuensi dua kali dalam sepekan. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, rute ini menggunakan armada Embraer E190-E2 yang memiliki kapasitas total 112 kursi penumpang.

Antusiasme wisatawan terlihat pada penerbangan perdana yang mencatatkan kedatangan 80 penumpang dari Singapura. Angka tersebut menunjukkan tingkat keterisian kursi atau okupansi mencapai sekitar 70 persen pada hari pertama pengoperasian kembali rute tersebut.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa keberadaan konektivitas ini akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat setempat. Peningkatan aktivitas wisatawan mancanegara diprediksi akan menyentuh sektor-sektor krusial seperti perhotelan, transportasi, hingga pelaku usaha mikro.

"Dampak ekonomi dan efek berganda dari pembukaan gerbang internasional ini sangat signifikan. Proyeksinya sangat optimis, pertumbuhan ekonomi di Pulau Belitung berpotensi melonjak, didorong kuat oleh devisa yang dibawa wisatawan internasional," kata Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Haryo menambahkan bahwa pemerintah memandang langkah ini sebagai bagian dari rencana strategis jangka panjang bagi wilayah Belitung. Konektivitas udara dianggap sebagai kunci utama dalam memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut.

"Kami melihat ini bukan sekadar pembukaan rute penerbangan, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas basis penerimaan devisa negara," kata Haryo Limanseto.

Data kunjungan menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir dengan 7.000 wisman pada 2023 yang meningkat menjadi 10.000 kunjungan pada 2024. Letak geografis Belitung yang hanya berjarak satu jam penerbangan dari Jakarta maupun Singapura menjadi keunggulan kompetitif dalam pengembangan pariwisata berbasis aksesibilitas.

Artikel terkait

Rekomendasi