Mobil Low MPV masih menjadi pilihan banyak keluarga Indonesia karena menawarkan kabin lega dan kemampuan angkut yang cukup baik untuk aktivitas harian. Salah satu model yang cukup banyak dipakai sebagai mobil kerja ialah Wuling Confero.
Ridha, pengguna Wuling Confero keluaran 2022, membagikan pengalamannya setelah memakai mobil tersebut selama hampir empat tahun. Mobil itu dibeli dalam kondisi baru pada Juli 2022 dan kini odometernya sudah menyentuh angka sekitar 50.000 kilometer.
Sebagai varian entry level, Confero dibekali mesin 1.485 cc empat silinder dengan transmisi manual 5-percepatan dan penggerak roda belakang (RWD). Kombinasi ini membuat karakter mobil cukup cocok untuk membawa penumpang maupun barang, terutama untuk kebutuhan kerja harian. Menurut Ridha, salah satu kelebihan utama Confero terletak pada daya tahannya saat dipakai bekerja setiap hari.
"Sejauh ini tangguh dibawa kerja berat seharian" ujar Ridha kepada Kompas.com.
Selain ketangguhan fisik, Ridha juga menilai performa Confero masih cukup baik ketika menghadapi tanjakan. Mesin 1.500 cc yang digunakan memang bukan tipe bertenaga besar, namun tenaga bawahnya masih terasa cukup untuk kebutuhan harian selama pengemudi menjaga momentum.
"Tanjakan dilibas dengan baik sesuai momentum" katanya Ridha.
Karakter penggerak roda belakang juga dinilai membantu ketika mobil membawa beban penuh atau melewati kontur jalan menanjak. Ditambah lagi, ground clearance Confero yang mencapai sekitar 180 mm membuat mobil masih cukup aman melintasi jalan bergelombang maupun polisi tidur tinggi.
Dari sisi dimensi, Confero juga punya bodi yang cukup besar di kelas Low MPV dengan panjang sekitar 4,5 meter. Hal tersebut membuat kabinnya terasa lega, terutama untuk penumpang baris kedua dan ketiga. Namun, Ridha mengaku konsumsi bahan bakar menjadi salah satu hal yang cukup terasa selama pemakaian.
Mesin 1.500 cc dengan dimensi bodi besar disebut membuat konsumsi BBM tidak bisa dibilang irit, terutama saat penggunaan dalam kota dengan kondisi lalu lintas padat. Untuk penggunaan dalam kota, konsumsi BBM mobil tersebut berada di kisaran 1:10, sedangkan untuk perjalanan luar kota sekitar 1:12.
Meski demikian, biaya perawatan mobil ini disebut masih cukup terjangkau. Ridha mengatakan pengeluaran servis berkala umumnya tidak sampai Rp 1 juta, dengan perawatan rutin seperti penggantian oli dan filter yang tergolong mudah dilakukan sendiri di rumah.
"Yang mudah ganti oli dan filter, kalau yang sulit belum mengalami" ujar Ridha.
Selama penggunaan hampir 50.000 kilometer, Ridha juga mengaku belum banyak melakukan penggantian komponen. Sejauh ini, parts yang sudah diganti hanya aki dan filter oli sebagai bagian dari perawatan berkala yang memang wajar dilakukan untuk mobil yang aktif digunakan setiap hari.