Pengaturan suhu pendingin udara atau AC pada mobil hybrid berpengaruh langsung terhadap optimalisasi masa pakai komponen baterai kendaraan. Pengondisian suhu kabin secara tepat menjadi faktor krusial karena sistem pendinginan baterai sangat bergantung pada pasokan udara di dalam kabin, seperti dilansir dari Otomotif.
Suhu kabin yang tidak cukup dingin berpotensi mempercepat penurunan usia pakai komponen sensitif tersebut. Kondisi ini didasari oleh posisi penempatan komponen baterai yang umumnya diintegrasikan oleh produsen di dalam area kabin penumpang.
CEO Dokter Mobil Indonesia, Lung Lung menjelaskan bahwa temperatur AC pada kendaraan jenis ini sebaiknya diatur pada posisi yang optimal untuk mendukung kinerja komponen daya.
"Baterai itu didinginkan hanya dengan udara di kabin. Udara disedot dan ditiup ke baterai. Lebih dingin lebih bagus," kata Lung Lung.
Menurut penjelasan teknisnya, beberapa agen pemegang merek bahkan telah melakukan penyesuaian posisi penempatan baterai. Langkah tersebut diambil guna memastikan pasokan udara dingin dari sistem AC dapat tersalurkan secara lebih maksimal.
"Makanya Toyota Zenix dipindah baterainya jadi di kursi depan, karena lebih dekat ke sumber AC, dari dasbor. Kesalahan sebelumnya, di Prius, Camry, itu baterai di belakang, jadi udara dingin belum tentu sampai," kata Lung Lung.
Kerusakan pada sel baterai merupakan salah satu kendala yang kerap ditemukan pada unit kendaraan hybrid generasi terdahulu akibat sirkulasi suhu yang kurang optimal. Pemilik kendaraan yang menghadapi masalah tersebut harus melakukan penggantian komponen, baik melalui opsi pembersihan ulang maupun penggantian satu unit baterai baru.