Kebutuhan pengendara roda dua di Indonesia terhadap fitur navigasi GPS kini semakin tinggi. Fakta tersebut terungkap melalui studi Inside the Two-Wheeler Landscape in APAC: Key Trends and Rider Behaviors yang menyoroti perilaku pengendara di kawasan Asia Pasifik.
Pengendara motor di dalam negeri sangat mengandalkan ketepatan navigasi untuk menjaga produktivitas, efisiensi waktu, hingga keselamatan di jalan raya. Hal ini dikarenakan kondisi lalu lintas yang padat dan dinamis, seperti dikutip dari Otorider.
Data survei menunjukkan bahwa 96 persen responden di Indonesia memakai sepeda motor untuk menunjang mobilitas harian. Dari jumlah tersebut, hampir separuh pengendara mengaku rutin mengaktifkan sistem navigasi sebagai pemandu rute perjalanan.
Layanan petunjuk arah suara menjadi fitur navigasi yang paling diminati oleh para pengendara di tanah air. Sebanyak 67 persen responden mengandalkan fitur ini saat melintasi jalur yang rumit dan padat kendaraan.
Panduan suara dinilai sangat membantu pengendara untuk tetap fokus menatap jalan tanpa harus berulang kali melihat layar telepon seluler. Efisiensi waktu ini menjadi poin krusial bagi mobilitas masyarakat.
General Manager Asia Tenggara dan India HERE Technologies, Abhijit Sengupta, menjelaskan bahwa ketepatan durasi perjalanan sangat penting bagi masyarakat Indonesia.
"Bagi pengendara di Indonesia, setiap keterlambatan perjalanan, dampaknya bisa berlipat," ujar Abhijit Sengupta dalam keterangan tertulis pada 11 Mei 2026.
Saat ini sejumlah pabrikan otomotif telah menyematkan fitur GPS dan navigasi bawaan pada produk mereka. Kehadiran teknologi terintegrasi ini meminimalkan ketergantungan pengendara pada penggunaan ponsel pintar di jalan.
Produsen Honda menyediakan teknologi navigasi ini pada beberapa varian, seperti Honda PCX 160 RoadSync, Honda ADV 160 RoadSync, dan Honda CUV e:. Sementara itu, Yamaha menghadirkan fitur serupa melalui model Yamaha NMAX Turbo, Yamaha Aerox Alpha Turbo, dan Yamaha XMAX Connected.
Pilihan motor lain yang sudah dilengkapi sistem navigasi modern buatan pabrik adalah Vespa GTS Super Tech 300 serta TVS NTorq 125. Sistem terintegrasi ini langsung menampilkan petunjuk arah real-time pada panel instrumen kendaraan.
Penerapan teknologi navigasi bawaan diklaim mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Pengendara tidak lagi terganggu oleh aktivitas mengecek ponsel, sehingga konsentrasi terhadap situasi jalan di sekitarnya tetap terjaga.
Fungsi kendaraan roda dua di dalam negeri juga telah bergeser tidak hanya sebagai alat transportasi personal, melainkan sudah menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat.
"Di Indonesia, kendaraan roda dua menjadi tulang punggung sehari-hari sekaligus menjadi sumber penghasilan," tutur Abhijit Sengupta.
Melihat tren kebutuhan yang terus meningkat, fitur GPS diproyeksikan bakal menjadi standar baru yang lebih luas. Teknologi ini diprediksi akan diadopsi pada berbagai model motor baru, termasuk jenis skuter premium dan motor listrik.