Pasar roda dua di dalam negeri kembali bergairah setelah sempat melambat pada bulan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dirilis Rabu (13/5), industri roda dua mencatatkan pertumbuhan performa yang signifikan.
Dikutip dari Otorider, pengiriman sepeda motor ke pasar domestik sepanjang April 2026 sukses menembus angka 520.972 unit. Jumlah tersebut memperlihatkan lonjakan besar dari raihan Maret 2026 yang tertahan di angka 448.974 unit.
Secara persentase, grafik penjualan motor di Indonesia mengalami kenaikan hingga 16,04 persen dalam skala bulanan. Statistik ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat terhadap moda transportasi roda dua masih berada di posisi yang kuat.
Peningkatan performa industri otomotif ini tidak hanya terjadi dalam hitungan bulan ke bulan. Distribusi kendaraan roda dua sepanjang periode Januari hingga April 2026 ikut merangkak naik secara tahunan.
Asosiasi mencatat bahwa total pengiriman motor domestik selama empat bulan pertama tahun 2026 sudah menyentuh 2.135.063 unit. Jika dibandingkan dengan periode Januari-April 2025 yang mencetak 2.089.953 unit, terdapat pertumbuhan sebesar 2,16 persen.
Selain pasar domestik, pengiriman unit ke luar negeri atau ekspor secara completely built up (CBU) juga menunjukkan rapor hijau pada April 2026. Volume ekspor kendaraan roda dua pada bulan tersebut terdongkrak sampai 52.411 unit.
Raihan ekspor itu tumbuh sekitar 7 persen jika disandingkan dengan performa Maret 2026 yang mencatatkan 48.970 unit. Keberhasilan ini memperkuat posisi produk lokal di pasar internasional.
Pertumbuhan yang jauh lebih masif terlihat saat membandingkan data dengan tahun lalu. Pada April 2025, angka pengiriman ekspor motor CBU berada di level 38.254 unit, yang berarti terjadi lonjakan hingga 37 persen secara tahunan.
Proyeksi Pasar Stabil dan Harapan Insentif Pajak
Meskipun menunjukkan tren penguatan, industri sepeda motor nasional tetap mewaspadai dinamika ekonomi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat ke depan.
Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, Sigit Kumala, menilai bahwa pasar domestik masih menyimpan ruang yang besar untuk tumbuh lebih jauh.
"Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan. Sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen," ujar Sigit.
Selain kebijakan regulasi daerah, peran aktif dari sektor lembaga pembiayaan atau pembiayaan kendaraan dianggap menjadi pilar krusial dalam menjaga stabilitas pasar ke depan.
"Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, maka kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini, sekitar angka 6,4 juta-6,7 juta unit sepanjang 2026," kata Sigit.