Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Morris Garage (MG), mencatat kinerja kurang memuaskan pada awal tahun 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penurunan tajam pada penjualan mobil mereka, di tengah tren peningkatan tipis industri otomotif nasional.
Kondisi tersebut menyebabkan Morris Garage terdepak dari daftar sepuluh besar merek otomotif terlaris di Indonesia. Lemahnya daya saing produk menjadi sorotan utama mengingat kemerosotan retail sales yang terjadi tergolong sangat signifikan.
Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, dikutip dari Suara, Morris Garage hanya mampu membukukan penjualan ritel sebanyak 205 unit. Jumlah ini anjlok sekitar 66,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 605 unit.
Meskipun sempat mencatat sedikit kenaikan pada Maret 2026 dengan 80 unit dibandingkan Februari yang hanya 59 unit, performa tersebut tetap berada di bawah pencapaian Maret 2025 sebanyak 197 unit. Penurunan setara 54,9 persen ini menandakan adanya tekanan besar pada minat konsumen.
Sektor wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer juga menunjukkan tren serupa. Pada kuartal pertama 2026, Morris Garage mendistribusikan sebanyak 454 unit, menurun dari periode sebelumnya yang mengemas 545 unit. Performa ini kurang kompetitif dibanding sesama merek pendatang baru asal Tiongkok yang mampu menjaga stabilitas penjualan.
Persaingan ketat segmen kendaraan listrik menjadi faktor utama yang menjepit posisi mereka. Kehadiran pemain baru dengan strategi harga kompetitif serta teknologi lebih modern membuat produk Morris Garage kian terdesak.
Faktor eksternal seperti daya beli masyarakat dan momentum libur panjang turut berpengaruh terhadap pasar. Namun, koreksi yang dialami Morris Garage tercatat jauh lebih dalam daripada rata-rata pasar otomotif tanah air.