PT Mitra Patriot Kota Bekasi menunda peresmian atau grand opening proyek Wisata Air Kalimalang di Kota Bekasi, Jawa Barat, yang semula ditargetkan pada Mei 2026 menjadi Agustus 2026. Penundaan jadwal operasional destinasi wisata baru ini disebabkan oleh hambatan pasokan bahan baku impor dan faktor cuaca eksternal.
Keterlambatan pengerjaan proyek tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor global dan lokal yang mengganggu tahapan pembangunan. Dilansir dari Megapolitan, sebagian besar material utama untuk fasilitas kawasan ini masih harus didatangkan dari luar negeri.
Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi, David Rahardja, memberikan penjelasan mengenai hambatan impor material yang dihadapi oleh pihak pengembang di lapangan pada Selasa (19/5/2026).
“Progres tetap berjalan, cuma ada beberapa yang tertunda karena efek perang global. Kebetulan kami bahan bakunya sebagian besar masih impor dari China, jadi ada kenaikan harga dan pengirimannya juga tertunda,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.
Kondisi eksternal tersebut memicu keterlambatan penyelesaian sejumlah fasilitas pariwisata yang awalnya ditargetkan rampung pada bulan ini. Selain kendala logistik global, kondisi cuaca di wilayah Bekasi pada awal tahun juga menjadi faktor penghambat lainnya.
“Di bulan Maret dan April itu cuacanya cukup ekstrem sehingga pengerjaannya tidak bisa maksimal, jadi kami tunda. Setelah itu ada perang global yang malah membuat pekerjaan semakin tertunda,” tutur David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.
Meskipun mengalami kemunduran jadwal, sejumlah infrastruktur utama di sepanjang aliran Kalimalang dilaporkan sudah mendekati tahap penyelesaian. Fasilitas seperti deretan kontainer usaha untuk pelaku UMKM, jembatan hias, dan area wisata air sudah mulai terlihat di lokasi.
Kawasan wisata ini juga akan menyediakan kapal pesiar kecil sebagai daya tarik utama bagi para pengunjung. Kendati demikian, fasilitas rekreasi air tersebut belum diturunkan ke area penyeberangan karena alasan keamanan aset.
“Ini lebih ke sisi eksklusivitas dan juga karena belum ada tim security khusus untuk menjaga aset-aset di sana,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.
Pembangunan infrastruktur dasar pendukung wisata air ini diklaim tidak membebani anggaran belanja daerah maupun pusat. Pihak pengelola memanfaatkan skema pembiayaan mandiri melalui kerja sama pihak ketiga untuk pengadaan fasilitas utama.
“Ini non-APBD dan non-APBN. Jadi murni dari investor dan sponsorship,” kata David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.
Dana eksternal yang bersumber dari mitra swasta tersebut digunakan untuk membiayai pengadaan kontainer kuliner, jembatan melengkung, serta jembatan penyeberangan orang. Nilai modal yang telah digunakan untuk pembangunan fisik saat ini telah mencapai miliaran rupiah.
“Total kurang lebih sudah Rp 30 miar yang digelontorkan,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.
Pemerintah daerah setempat memproyeksikan kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis komunitas dan pariwisata. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan ruang publik di sepanjang jalur Kalimalang pada Jumat (2/1/2026).
“Kalimalang ini harus menjadi ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi.
Secara keseluruhan, proyek penataan kawasan wisata ini membutuhkan alokasi dana yang bersumber dari kombinasi bantuan keuangan provinsi, daerah, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Saat ini, proses pengadaan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah masih berada dalam tahapan lelang serta koordinasi antar-pemerintah.