Para pemilik bengkel spesialis membeberkan sejumlah masalah teknis yang sering ditemui pada Honda Brio bekas beserta perkiraan biaya perbaikannya untuk mengantisipasi penurunan kenyamanan berkendara, sebagaimana dilansir dari Otomotif pada Senin (18/5/2026).
Kendaraan perkotaan ini sebenarnya memiliki reputasi tangguh dan hemat operasional, namun faktor usia pakai yang mencapai kisaran 10 tahun membuat beberapa komponen memerlukan perhatian khusus sebelum dipinang konsumen.
Pemilik GK Auto Service Spesialis Honda Gunung Kidul, Elin Estanto menjelaskan bahwa kerusakan sektor kaki-kaki menjadi persoalan yang paling sering muncul pada unit-unit berumur tua.
“Kerusakan paling umum pada Brio lawas adalah kondisi kaki-kakinya yang mulai perlu diganti, jika tidak maka kenyamanan mobil ini akan tergadaikan,” ucap Elin.
Pemeriksaan juga perlu diarahkan pada potensi rembesan pelumas akibat penurunan kualitas komponen penyekat di sekitar sistem katup variabel.
“Seal V-TEC pada Brio lawas biasanya sudah perlu diganti, ditandai dengan adanya basahan oli di area tersebut, itu menandakan elastisitas karet sudah menurun, akhirnya oli mesin rembes secara perlahan,” ucap Elin.
Mengenai anggaran yang harus disiapkan, perbaikan total pada sektor suspensi dan roda membutuhkan dana yang bervariasi bergantung pada pemilihan tingkat keaslian suku cadang.
“Jika ditotal secara keseluruhan, perbaikan kaki-kaki Brio lawas butuh dana mulai Rp 3,5 juta sampai Rp 7 juta, untuk onderdil dengan kualitas genuine memang lebih mahal,” ucap Elin.
Sementara itu, ongkos untuk mengatasi rembesan pelumas mesin di area katup variabel cenderung lebih terjangkau karena pengerjaannya hanya melibatkan penggantian karet penyekat sekitar Rp 200.000.
Pemilik bengkel Iwan Motor Solo, Iwan menambahkan bahwa tingginya mobilitas harian dan kebiasaan melewati permukaan jalan yang buruk mempercepat timbulnya bunyi asing pada suspensi depan serta kelonggaran pada komponen kemudi.
“Karena itu pasar bekasnya juga cukup bagus. Tapi tetap ada beberapa hal yang biasanya perlu diperhatikan saat membeli Brio bekas,” kata Iwan.
Gejala getaran berlebih saat posisi mesin diam stasioner akibat penurunan fungsi dudukan mesin, serta potensi kendala transmisi otomatis akibat keterlambatan penggantian fluida juga menjadi poin krusial yang ia soroti.