Honda Brio bekas masih menjadi salah satu city car yang memiliki minat tinggi di pasar otomotif. Kendaraan praktis untuk harian ini dinilai punya desain kompak yang sporty, konsumsi bahan bakar irit, serta biaya perawatan terjangkau.
Dikutip dari Medcom, mobil ini tersedia dalam dua lini utama, yaitu Brio Satya untuk kategori LCGC dan Brio RS sebagai varian non-LCGC yang fiturnya lebih lengkap. Kendaraan ini mengusung mesin 1.2L i-VTEC 4-silinder berkapasitas 1.199 cc dengan tenaga maksimal 90 PS pada 6.000 rpm dan torsi 110 Nm.
Konsumsi bahan bakarnya rata-rata mencapai 14–16 km/liter untuk area dalam kota. Sementara itu, konsumsi BBM di jalan tol bisa menyentuh angka 20 km/liter.
Meski populer di Indonesia, unit bekas mobil ini memiliki beberapa permasalahan umum yang sering dikeluhkan pemiliknya. Komponen kaki-kaki seperti bushing arm dan karet support sokbreker menjadi sektor yang paling familiar mengalami gangguan.
Kerusakan di sektor kaki-kaki cukup umum ditemukan pada unit Brio bekas. Gejala yang muncul biasanya berupa bunyi berdecit hingga getaran berlebih sewaktu mobil melewati jalanan bergelombang.
Keluhan pada area ini umumnya mulai terasa setelah kendaraan menempuh jangka waktu pemakaian yang lama. Sering melintasi jalan dengan kondisi kurang baik juga mempercepat munculnya masalah tersebut.
Pada varian transmisi otomatis, perpindahan gigi yang terasa lambat menjadi keluhan yang banyak disampaikan pengguna. Kondisi tersebut sering dirasakan terutama saat menghadapi kemacetan atau medan tanjakan.
Hentakan saat transmisi berpindah gigi juga tidak jarang dirasakan oleh pengendara. Hal ini umumnya dipengaruhi oleh minimnya perawatan oli transmisi atau akibat gaya berkendara yang kurang tepat.
Komponen engine mounting juga memerlukan perhatian khusus, terutama untuk unit kendaraan yang usianya sudah di atas lima tahun. Bagian ini dikenal cepat aus seiring masa pakai.
Getaran mesin yang terasa kuat hingga ke dalam kabin saat posisi idle maupun kecepatan rendah menjadi gejala yang paling umum. Keadaan ini berpotensi merusak komponen lain serta mengganggu kenyamanan berkendara jika dibiarkan terlalu lama.
Suara mesin berbunyi "grek-grek" atau ngelitik dari area kap mesin sebelah kiri juga pernah dialami sebagian pemilik. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin menjadi salah satu penyebab utama.
Proses pembakaran di ruang mesin dapat terganggu jika kondisi ngelitik ini tidak segera ditangani. Oleh karena itu, kecocokan jenis BBM sangat penting diperhatikan.
Sektor pencahayaan juga tidak luput dari keluhan, khususnya pada Honda Brio generasi pertama. Sorot lampu depan dinilai kurang terang dan fokus pencahayaannya tidak maksimal.