Ketahui Penyebab dan Cara Menjaga Kesehatan Baterai Mobil Listrik

Ketahui Penyebab dan Cara Menjaga Kesehatan Baterai Mobil Listrik

Popularitas kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia terus meningkat berkat efisiensi dan biaya operasional yang lebih ekonomis dibandingkan kendaraan bensin. Namun, seiring meningkatnya penggunaan, perhatian pemilik kini mulai tertuju pada isu penurunan kualitas atau degradasi baterai.

Kondisi ini merupakan konsekuensi logis dari penggunaan teknologi baterai lithium-ion yang tertanam pada mayoritas mobil listrik modern. Penurunan kapasitas ini dipengaruhi oleh usia pakai dan pola pengisian daya harian.

Mahaendra Gofar selaku pendiri EVSafe menjelaskan bahwa degradasi pada baterai EV adalah fenomena alamiah yang tidak dapat dihindari sepenuhnya. Sel lithium-ion akan mengalami transformasi kimiawi secara perlahan seiring dengan siklus pemakaian.

"Degradasi baterai EV terjadi secara alami seiring bertambahnya usia sel lithium-ion dan mengalami perubahan kimia akibat penggunaan, yang menyebabkan penurunan kapasitas maksimum secara perlahan dari waktu ke waktu," kata Gofar dikutip dari Otomotif, Minggu (10/5/2026).

Pengurangan kapasitas maksimum ini berdampak langsung pada jumlah energi yang dapat disimpan oleh kendaraan. Akibatnya, jarak tempuh yang dapat dicapai dalam satu kali pengisian daya tidak akan sejauh saat kondisi mobil masih baru.

Meskipun terjadi penurunan, hal tersebut tidak mengindikasikan bahwa baterai mengalami kerusakan fatal atau memerlukan penggantian mendadak. Proses berkurangnya kapasitas ini umumnya berlangsung secara bertahap dan masih dalam batas kewajaran teknologi baterai.

Laju penurunan kesehatan baterai sangat dipengaruhi oleh cara pemilik memperlakukan kendaraannya. Beberapa faktor yang mempercepat degradasi antara lain intensitas penggunaan pengisian cepat atau fast charging yang berlebihan.

Selain itu, membiarkan daya baterai hingga benar-benar kosong atau menyimpan kendaraan di lokasi dengan suhu panas ekstrem juga dapat memperburuk kondisi sel. Gofar mengingatkan pemilik untuk mulai disiplin dalam menerapkan kebiasaan pengisian daya yang sehat.

Menjaga level daya pada rentang ideal menjadi salah satu solusi menjaga keawetan komponen penyimpan energi ini. Pemilik disarankan untuk tidak selalu memaksakan pengisian hingga angka 100 persen jika tidak ada kebutuhan perjalanan jarak jauh.

"Jadi penurunan jarak tempuh itu memang karakter baterai lithium-ion, bukan berarti mobil listriknya langsung bermasalah," ujar Gofar.

Artikel terkait

Rekomendasi