Kondisi tuas rem sepeda motor yang terasa keras saat ditekan perlu segera diperiksa pemilik kendaraan guna menjaga keamanan berkendara di jalan perkotaan pada Sabtu (9/5/2026). Masalah teknis ini sering menimpa motor matik harian yang kerap menghadapi kemacetan serta pola berkendara berhenti-jalan.
Kabel rem yang mulai mengeras atau jarang mendapatkan perawatan rutin menjadi faktor utama munculnya gangguan tersebut sebagaimana dilansir dari Otomotif. Arman selaku teknisi Suzuki AMS Tangerang mengonfirmasi bahwa kendala ini lazim ditemukan pada jenis motor yang masih menggunakan sistem pengereman tromol.
"Kalau rem terasa keras biasanya kabel rem mulai kering, ada karat, atau jalur kabelnya sudah tidak lancar. Jadi saat ditekan terasa berat," kata Arman kepada Kompas.com, Sabtu (9/5/2026).
Penumpukan debu dan sisa air hujan pada komponen kawat rem menjadi pemicu utama timbulnya korosi. Kurangnya intensitas servis berkala membuat bagian dalam kabel mengalami gesekan berlebih sehingga pergerakan kawat menjadi tidak lancar.
Selain faktor kabel, kebersihan area pengereman seperti kampas dan rumah tromol turut memengaruhi performa tuas rem. Akumulasi kotoran pada mekanisme penggerak di area roda dapat menghambat operasional rem saat digunakan oleh pengendara.
"Kadang bukan kabel saja, tapi bagian tromolnya kotor atau mekanisme tuas rem di roda mulai macet karena kurang pelumas," ujarnya.
Gangguan serupa juga dapat terjadi pada sistem rem cakram yang disebabkan oleh piston kaliper yang tersumbat kotoran. Penumpukan residu pada piston mengakibatkan gerakannya menjadi tidak optimal sehingga memberikan sensasi keras pada tuas saat ditarik.
Pemilik kendaraan disarankan melakukan pemeriksaan rutin terhadap sistem pengereman minimal setiap beberapa bulan sekali untuk menjaga fungsi komponen tetap prima. Langkah antisipatif ini penting guna menghindari risiko kegagalan pengereman saat menghadapi situasi darurat di jalan raya.