Geely EX2 dan Daihatsu Rocky Hybrid menawarkan solusi ramah lingkungan dengan efisiensi tinggi, namun Geely EX2 unggul telak dalam penghematan biaya operasional harian berkat insentif pajak.
| Komponen Biaya | Geely EX2 (BEV) | Daihatsu Rocky Hybrid (HEV) |
|---|---|---|
| Konsumsi Energi | 8,6 km per kWh | 24,6 km per liter |
| Kebutuhan Energi Setahun | 1.744 kWh | 609,7 liter |
| Biaya Bahan Bakar/Listrik | Rp 2.963.056 | Rp 7.499.310 |
| Pajak Tahunan (PKB) | Rp 0 | Rp 3.000.000 |
| SWDKLLJ | Rp 143.000 | Rp 143.000 |
| Total Biaya Operasional | Rp 3.106.056 | Rp 10.642.310 |
Efisiensi Energi dan Biaya Pengisian
Berdasarkan pengujian rute kombinasi Jakarta-Cibodas, Geely EX2 mencatatkan konsumsi daya 11,6 kWh per 100 km. Dengan asumsi jarak tempuh 15.000 km per tahun dan tarif listrik Rp 1.699 per kWh, biaya pengisian daya hanya mencapai Rp 2.963.056. Di sisi lain, Rocky Hybrid menunjukkan efisiensi bahan bakar yang impresif di angka 24,6 km per liter. Namun, kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 12.300 per liter pada Mei 2026 membuat pengeluaran bensin tahunannya menyentuh Rp 7.499.310.
Beban Pajak dan Insentif Pemerintah
Keunggulan finansial Geely EX2 semakin diperkuat oleh kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membebaskan PKB dan BBNKB untuk kendaraan listrik murni. Pemilik EX2 hanya perlu membayar SWDKLLJ sebesar Rp 143.000 per tahun. Sebaliknya, sebagai kendaraan hybrid, Rocky Hybrid tetap dikenakan pajak tahunan normal dengan estimasi total mencapai Rp 3.143.000 termasuk SWDKLLJ.
Kepraktisan dan Infrastruktur
Meskipun kalah dari sisi angka operasional, Rocky Hybrid memberikan keunggulan dalam hal ketenangan pikiran. Infrastruktur pengisian BBM yang luas hingga ke pelosok menghilangkan masalah range anxiety yang masih membayangi mobil listrik. Selain itu, Daihatsu memiliki keunggulan purna jual melalui jaringan bengkel resmi yang sangat luas di Indonesia, sementara Geely sebagai pemain baru masih dalam tahap pembangunan jaringan diler dan servis.
Kelebihan
- Biaya energi Geely EX2 jauh lebih murah dibandingkan BBM Rocky Hybrid.
- Bebas pajak tahunan (PKB Rp 0) untuk Geely EX2 di Jakarta.
- Rocky Hybrid memiliki jangkauan tanpa batas karena jaringan SPBU yang luas.
- Layanan purna jual Daihatsu sangat mudah ditemukan di seluruh Indonesia.
Kekurangan
- Jaringan pengisian daya (SPKLU) untuk Geely EX2 masih terbatas dibandingkan SPBU.
- Jaringan diler Geely masih dalam tahap pengembangan.
- Biaya pajak tahunan Rocky Hybrid jauh lebih tinggi daripada mobil listrik murni.
Geely EX2 adalah pilihan terbaik bagi konsumen yang ingin memangkas biaya harian secara ekstrem, namun Daihatsu Rocky Hybrid tetap menjadi pilihan paling rasional bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh dan membutuhkan jaminan kemudahan servis purna jual.