Pemilik kendaraan listrik diimbau lebih teliti saat melakukan penggantian ban karena adanya perbedaan karakteristik konstruksi dan daya tahan dibandingkan motor konvensional. Penyesuaian spesifikasi ini diperlukan untuk menunjang performa dinamo yang menyalurkan tenaga langsung ke roda belakang.
Pemilik toko Warung Ban di Depok, John Sebastian, menjelaskan bahwa ban khusus ini umumnya dilengkapi dengan identitas visual tertentu pada dinding ban. Dilansir dari Otomotif pada Rabu (7/5/2026), komponen ini dirancang untuk memenuhi standar ketahanan yang lebih tinggi.
"Ban motor listrik biasanya ukuran 10 inci sampai 13 inci. Ciri-cirinya ada tanda ‘EV Ready’. Pengaruhnya lebih ke durability," kata John, kepada Kompas.com (7/5/2026).
Kebutuhan terhadap ban khusus ini dipicu oleh berat kendaraan listrik yang melampaui motor berbahan bakar bensin. Penambahan beban tersebut berasal dari penggunaan paket baterai berukuran besar sebagai sumber energi utama kendaraan.
"Motor listrik kan biasanya berat-berat, karena bawa baterai. Ban mobil listrik juga biasanya kan khusus, motor listrik juga sama," ujar John.
Struktur ban yang lebih kokoh berfungsi menjaga stabilitas selama penggunaan harian sekaligus merespons karakter torsi instan dari mesin listrik. Hal tersebut membuat produsen mulai memproduksi ban dengan spesifikasi khusus guna menghadapi beban kerja yang lebih berat.
Terkait nilai jual di pasaran, harga komponen ini relatif bersaing dengan ban motor biasa. John menyebutkan bahwa harga per unit sangat bergantung pada merek serta ukuran yang dipilih oleh konsumen.
"Di sini harga ban motor listrik mulai Rp 270.000 sampai Rp 430.000. Itu belum termasuk ongkos pasang untuk roda belakangnya, kena tambahan Rp 30.000," kata John.
Pemasangan pada roda belakang memerlukan biaya tambahan karena kerumitan teknis pada area motor dinamo. Hingga saat ini, ketersediaan produk ban khusus kendaraan listrik terus bertambah seiring meningkatnya populasi pengguna di Indonesia.