Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Jabodetabek pada Selasa hingga Sabtu, 5-9 Mei 2026.
Dilansir dari Otomotif, kondisi cuaca ekstrem ini meningkatkan risiko bagi pengguna jalan akibat penurunan visibilitas, munculnya genangan air, hingga ancaman pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan berkendara.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan bahwa visibilitas pengemudi akan menjadi sangat terbatas saat cuaca buruk melanda, terutama jika kendaraan menggunakan kaca film dengan tingkat kegelapan yang berlebihan.
"Jika sudah mengganggu lebih dari 40 persen, segera cari tempat berhenti yang aman," tegas Sony, saat dihubungi oleh Kompas.com, belum lama ini.
Penurunan kecepatan secara signifikan menjadi prosedur wajib demi menjaga kontrol kendaraan di tengah guyuran hujan deras serta mengantisipasi hambatan yang muncul secara mendadak di jalan raya.
"Jika masih mampu dan urgent, maka mengemudilah dengan hati-hati, kurangi kecepatan sesuai dengan visibilitas, pastikan jarak mata memandang minimal 10-15 meter, dan jaga jarak sesuai dengan waktu atau ruang bereaksi. Waspadai hal-hal yang tidak terduga," kata Sony.
Pakar keselamatan berkendara lainnya turut memberikan penekanan serupa mengenai pentingnya penyesuaian teknis mengemudi guna menghadapi risiko kecelakaan saat jarak pandang mulai berkurang drastis.
โSaat mengemudi pada hujan deras dan visibilitas berkurang, yang harus dilakukan adalah turunkan kecepatan, minimal 10 Km dari kecepatan normal,โ ujar Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
Tindakan deselerasi tersebut dilakukan agar pengemudi mendapatkan ruang reaksi yang lebih panjang sehingga mobil lebih mudah dikendalikan saat harus melakukan pengereman mendadak akibat adanya objek di depan.