Taman Safari Indonesia Ungkap Perkembangan Signifikan Anak Panda Rio

Taman Safari Indonesia Ungkap Perkembangan Signifikan Anak Panda Rio

Taman Safari Indonesia (TSI) mengumumkan pertumbuhan signifikan anak panda raksasa bernama Satrio Wiratama atau Rio yang kini mulai aktif mengenali lingkungan sekitarnya. Kemajuan fisik dan sensorik bayi panda tersebut dipantau ketat oleh tim medis guna memastikan seluruh fungsinya bekerja optimal sebelum diperkenalkan kepada publik.

Dilansir dari Detik Travel, Vice President Life Science Taman Safari Indonesia drh. Bongot Huaso Mulia menjelaskan bahwa fokus utama tim medis saat ini adalah pengoptimalan fungsi indera Rio. Kini, anak panda tersebut dilaporkan sudah mampu melihat serta mengenali kondisi di sekelilingnya dengan jelas.

"Rio itu harus mampu istilahnya semua sensori dia berfungsi dulu. Dia bisa lihat, bisa tahu mana jalan keluar dan masuk, serta tahu mamanya di mana," jelas drh. Bongot.

Perkembangan Rio mencakup kemampuan berjalan tegak dan seimbang yang menggantikan gerakan goyang sebelumnya. Ia juga mulai menunjukkan kemandirian dengan berpindah antar kandang sendiri dan terkadang tidur terpisah dari induknya, meski tetap kembali saat waktu menyusui tiba.

Selain kemandirian fisik, Rio telah mampu mengidentifikasi para perawat melalui aroma dan suara. Interaksi antara perawat dan bayi panda dilakukan dengan sangat hati-hati melalui tanda suara agar hewan tersebut tidak merasa terkejut oleh kehadiran manusia.

"Yang paling melegakan ya Rio mengenal perawat-perawatnya gitu ya, dari bau, dari panggilan, 'Liao, Liao gitu dia sudah. Karena kita tidak boleh langsung datang ke dia kemudian dia kaget gitu. Jadi biasanya kita Assalamualaikum, nggak sih. Jadi ketok dulu atau apa gitu kita bikin gerakan atau sound yang bikin dia tahu ada kehadiran kita," ujar Bongot.

Pihak TSI turut memberikan penjelasan mengenai warna merah muda pada tubuh bayi panda saat lahir yang sering menarik perhatian. Fenomena warna pink tersebut dianalogikan mirip dengan kondisi alam di Pink Beach, Labuan Bajo, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal.

"Itu adalah air liur mamanya yang mengandung mikroflora khusus. Mamanya rajin menjilati (grooming), makanya warnanya pink. Semakin dia mandiri dan main air sendiri, mamanya tidak lagi rutin melakukan grooming," paparnya.

Keberhasilan kelahiran Rio merupakan hasil penerapan teknologi medis tingkat tinggi berupa endoscopy guided insemination dengan pemantauan hormon LH yang presisi. Metode ini memungkinkan tim medis melihat visual sel telur secara langsung untuk memastikan penempatan sperma di lokasi yang tepat.

"Dulu kita menggunakan dua jenis hormon. Sekarang kita tambah satu pemeriksaan hormon lagi (LH) untuk melihat apakah sel telurnya sudah masuk ke dalam rahim, tidak lagi menggantung di ovarium. Kita juga pakai endoscopy guided, jadi kita bisa melihat visual sel telurnya ada di kanan atau kiri, sehingga sel sperma ditaruh di tempat yang tepat," jelas Bongot.

TSI juga menekankan keberhasilan adaptasi lingkungan panda di iklim tropis Indonesia yang memiliki kelembapan tinggi. Berbeda dengan fasilitas di negara tetangga, manajemen TSI menyediakan area luar ruangan (outdoor) yang mendukung sirkulasi angin alami bagi kesehatan satwa.

"Kalau zoo lain seperti Singapura dan Malaysia hanya pakai indoor AC, kita advanced banget. Mereka bisa beraktivitas di lingkungan luar (outdoor) yang justru lebih bagus untuk kelembapan dan sirkulasi angin. Tantangan iklim sudah dijawab dengan lingkungan yang tersedia di Taman Safari," pungkasnya.

Menjelang rencana kunjungan wisatawan untuk melihat Rio pada akhir Juni nanti, TSI menetapkan aturan ketat guna menjaga kenyamanan bayi panda. Pengunjung dilarang membuat kebisingan, menggunakan lampu kilat, atau mengetuk kaca kandang karena sensitivitas indera Rio yang masih berkembang.

"Tentu peraturannya sama dengan yang dewasa ya. Mereka sangat sensitif dengan suara, kebisingan, dan juga cahaya flash yang tiba-tiba, terutama pointed light," tegas drh. Bongot.

Artikel terkait

Rekomendasi