Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menyodorkan kenaikan nilai gaji dalam draf kontrak baru untuk Bojan Hodak di Kota Bandung pada Selasa, 19 Mei 2026, demi mempertahankan arsitek asal Kroasia tersebut dari incaran empat klub Asia Tenggara.
Langkah itu diambil karena masa bakti pelatih berusia 55 tahun itu akan kedaluwarsa pada 31 Mei 2026. Kendati pembicaraan sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu, kesepakatan resmi belum tercapai karena sang pelatih memilih fokus menyelesaikan musim kompetisi dan baru saja berduka atas wafatnya ibundanya pada Rabu, 13 Mei 2026.
Kondisi yang belum menentu ini memicu rumor ketertarikan dari sejumlah tim elite di luar negeri, seperti Kuala Lumpur City FC, BG Pathum United, Selangor FC, dan Hanoi FC, yang siap memanfaatkan momentum jika kerja sama tersebut tidak berlanjut.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan mengonfirmasi bahwa manajemen sangat menghormati keputusan juru taktiknya untuk menunda penandatanganan demi target juara domestik.
"Obrolan mah sudah ada dari lama ya, cuma kami juga sangat menghormati Bojan, beliau ingin fokus dulu sampai akhir musim," kata Adhitia pada Selasa (19/5) dilansir dari detikJabar melalui CNN Indonesia.
Adhitia juga meminta para pendukung tidak risau mengenai kepastian masa depan tim pascapertandingan pamungkas musim ini.
"Jangan khawatir, nanti setelah tanggal 23 [laga terakhir musim ini] kami pasti akan duduk bareng dan akan memberikan informasi terbaru sama teman-teman semua," ujarnya.
Terkait nilai ekonomi dalam kesepakatan baru yang ditawarkan, pihak manajemen memastikan telah memberikan apresiasi yang setara dengan pencapaian sang pelatih.
"Oh naik, dong! Bojan kan billing offering-nya good [tawaran yang diberikan bagus]. Apa lagi?" kata Adhitia sambil tertawa saat ditemui jurnalis di Graha Persib, Kota Bandung.
Pihak manajemen menganggap mantan juru taktik Kuala Lumpur City FC itu sebagai sosok yang paling tepat untuk menakhodai tim, namun kesepakatan harus tetap memperhatikan batasan rasional klub.
"Kami percaya bahwa Bojan itu pelatih yang tepat buat kami, tapi kami juga punya rules [aturan] yang kami juga tahulah bahwa ada maksudnya ini reasonable [beralasan] buat kami apa enggak." kata Adhitia.
Mengenai adanya spekulasi kendala fasilitas penunjang tim yang diminta oleh sang pelatih, Adhitia membenarkan adanya diskusi tersebut tetapi bukan sebagai syarat mutlak.
"Pasti ada beberapa personal reason [alasan pribadi] yang dia juga lagi pertimbangkan. Kami akan berusaha yang terbaik untuk memastikan dia juga bisa stay [bertahan] bersama Persib." kata Adhitia.
Manajemen Maung Bandung sendiri berkomitmen untuk meningkatkan sarana latihan secara bertahap demi menunjang performa tim di masa mendatang.
"Semua pelatih pasti minta yang sama ya, fasilitas, tapi kalau boleh jujur-jujuran, fasilitas terbaik sekarang di Indonesia di mana? [Bali United] Betul, enggak banyak yang punya itu," katanya.
Sementara itu, media tvOnenews.com melaporkan reputasi kuat Bojan Hodak yang pernah membawa Kuala Lumpur City FC juara Malaysia Cup 2021 dan finalis AFC Cup 2022 menjadikannya komoditas panas di bursa pelatih regional ASEAN.