Mobil hybrid kini semakin diminati oleh masyarakat yang menginginkan kendaraan irit bensin dan rendah emisi. Meskipun demikian, sebagai teknologi yang relatif baru, masih banyak calon konsumen yang belum memahami sepenuhnya cara kerja sistem ini. Menyikapi hal tersebut, Auto2000 merangkum total 6 pertanyaan awam yang paling sering dilontarkan oleh calon pembeli mobil hybrid beserta penjelasannya.
- Belum Tahu Mobil Hybrid Tidak Perlu Di-charge — Banyak pelanggan mengira mobil hybrid harus diisi ulang daya listriknya seperti mobil listrik murni, padahal sistem self-charging membuat baterai terisi otomatis saat mobil berjalan dan melakukan pengereman.
- Ragu Akan Daya Tahan Baterai Hybrid — Calon pembeli sering mengkhawatirkan umur pakai dan keamanan baterai, namun komponen ini telah teruji, memiliki garansi resmi dari Toyota, serta dirancang untuk penggunaan jangka panjang dengan perawatan mudah.
- Takut Kesetrum — Kekhawatiran akan risiko kesetrum karena sistem listrik tegangan tinggi tidak perlu terjadi sebab semua komponen telah dilengkapi isolasi, pengaman berlapis, dan sistem pemutus arus otomatis.
- Bingung Pemilihan Oktan Bensin — Penggunaan oktan bensin sebaiknya tetap mengikuti rekomendasi pabrikan di buku manual karena penggunaan oktan yang lebih rendah berpotensi menimbulkan kendala performa dalam jangka pendek maupun panjang.
- Benarkah Irit Bensin? — Tingkat keiritan BBM memang dipengaruhi oleh skenario dan gaya berkendara di jalan, namun konsumsi bahan bakarnya dipastikan jauh lebih hemat daripada mobil bensin konvensional berkapasitas mesin sama.
- Mempertanyakan Urusan Perawatan — Tidak ada perawatan khusus yang merepotkan bagi pemilik, pengguna hanya perlu melakukan servis berkala rutin maksimal setiap 6 bulan dan memperhatikan indikator peringatan di dashboard.
“Kami siap membantu kebutuhan pelanggan yang ingin memiliki New Veloz Hybrid EV, termasuk jika masih ragu atas teknologi hybrid,” tutup Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara.