Anak Panda Raksasa Satrio Wiratama Tumbuh Sehat di TSI Bogor

Anak Panda Raksasa Satrio Wiratama Tumbuh Sehat di TSI Bogor

Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, melaporkan pertumbuhan positif anak panda raksasa pertama yang lahir di Indonesia bernama Satrio Wiratama. Bayi mamalia asal Tiongkok tersebut kini dalam kondisi sehat dan dijadwalkan akan diperkenalkan secara resmi kepada publik pada akhir Juni 2026 mendatang.

Kelahiran satwa langka ini menjadi catatan sejarah penting bagi konservasi di tanah air, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Jumat (15/5/2026). Satrio Wiratama atau Rio lahir pada akhir November tahun lalu dan merupakan satu-satunya panda yang lahir di luar China dalam tiga tahun terakhir.

Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aditya Sumampauw, memberikan penekanan khusus mengenai nilai historis dari kehadiran anggota baru keluarga panda tersebut bagi masyarakat Indonesia.

"Ini benar-benar once in a lifetime experience. Dalam tiga tahun terakhir, hanya Rio yang lahir di kebun binatang di luar China. Kalau tidak di sini, kita harus melihatnya jauh-jauh ke Chengdu di China," ungkap Aswin di TSI, Cisarua, Bogor, Jumat (15/5/2026).

Pihak pengelola secara rutin memantau kondisi Rio melalui pemeriksaan medis di dalam kandang kaca dengan suhu yang dikontrol ketat oleh tim ahli. Saat ini, pola warna hitam-putih pada bulu Rio semakin jelas terlihat menggantikan warna kemerahan saat baru lahir.

Dr. Bongot Huaso Mulia dari Departemen Life Sciences TSI menjelaskan bahwa parameter kesehatan fisik Rio menunjukkan angka yang sangat memuaskan dibandingkan standar rata-rata panda seusianya.

"Target berat badannya pada hari ke-150 itu 10,8 kg, dan hari ini di usia ke-170 hari sudah mencapai 11,5 kg. Dia membutuhkan minimal pertumbuhan 50 gram per hari, dan Rio sudah jauh melebihi target tersebut," jelas Bongot.

Peningkatan kekuatan fisik Rio membuat tim medis kini melakukan pemeriksaan kesehatan setiap sepuluh hari sekali. Sebelumnya, pemantauan dilakukan secara intensif setiap lima hari untuk memastikan stabilitas kondisinya.

Bongot menambahkan bahwa Rio telah menunjukkan perilaku aktif, termasuk mulai belajar berjalan sejak April dan berinteraksi secara fisik dengan induknya, Hu Chun.

"Mamanya itu ikhlas sekali sepertinya, mama yang baik. Hu Chun selalu mendampingi kalau Rio sedang naik-naik, dijaga terus jangan sampai ada apa-apa," cerita Bongot.

Pada usia 80 hari, Rio mulai tumbuh gigi sehingga tim medis memberikan rebung muda yang aman dikunyah untuk merangsang pertumbuhan giginya. Saat ini, fokus utama tim adalah menjaga lingkungan tetap tenang karena sensitivitas panda yang tinggi terhadap kebisingan suara manusia.

Artikel terkait

Rekomendasi