Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 18 persen sepanjang tahun 2026 dengan Gunung Bromo muncul sebagai destinasi paling favorit bagi wisatawan. Fenomena ini didorong oleh penguatan tren perjalanan berbasis digital melalui platform Online Travel Agent (OTA) seperti dilansir dari Money.
General Manager Klook wilayah Singapore, Indonesia, Malaysia, dan Thailand, Sarah Wan, menjelaskan bahwa lonjakan minat tersebut membuktikan daya tarik Indonesia sebagai magnet utama pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Fokus utama para pelancong saat ini tertuju pada pengalaman petualangan dan wisata alam.
"Indonesia sebagai destinasi yang terus berkembang, dengan pertumbuhan 18 persen pada tahun 2026," kata Sarah di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Data menunjukkan Gunung Bromo memimpin pertumbuhan dengan angka 124 persen, disusul Kepulauan Gili di Lombok sebesar 83 persen dan Labuan Bajo sebesar 43 persen. Sementara itu, sektor perjalanan domestik secara keseluruhan mengalami kenaikan 28 persen akibat perubahan perilaku wisatawan yang kini mengandalkan perencanaan digital.
Sarah mengamati bahwa kelompok milenial dan Gen Z kini lebih menuntut kemudahan layanan yang terintegrasi. Hal ini mencakup seluruh aspek perjalanan mulai dari pemesanan tiket, akomodasi, hingga aktivitas spesifik di lokasi wisata.
"Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Klook dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah dan relevan bagi wisatawan Indonesia dan mancanegara," ujar Sarah.
Guna merespons tren tersebut, Klook menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia dan InJourney untuk mengintegrasikan layanan pariwisata. Sinergi ini menghadirkan fitur "Garuda Indonesia Things to Do" pada platform FlyGaruda agar pengguna bisa memesan tiket pesawat sekaligus aktivitas wisata dalam satu akses.
Miles & Ancillary Group Head Garuda Indonesia, Purwa Adi Gurnita, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari strategi memperkuat ekosistem digital perusahaan. Layanan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan satu pintu bagi para pelanggan.
"Melalui fitur Garuda Things To Do ini, kami ingin menghadirkan kemudahan bagi para pengguna jasa untuk menikmati beragam atraksi dan aktivitas wisata, baik di destinasi domestik maupun internasional, secara praktis dalam satu aplikasi," kata Purwa.
Selain kemudahan akses, setiap transaksi dalam aplikasi tersebut akan memberikan poin GarudaMiles yang bisa ditukarkan dengan berbagai keuntungan perjalanan. Integrasi antarplatform digital dipandang sebagai taktik vital untuk meningkatkan visibilitas wisata Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.
Direktur Komersial InJourney, Veronica H. Sisilia, menambahkan bahwa kemitraan ini memungkinkan promosi destinasi Indonesia dilakukan secara lebih spesifik. Jangkauan luas dari platform digital membantu destinasi lokal lebih mudah diakses oleh pasar internasional.
"Kolaborasi bersama Klook menjadi langkah penting untuk memperkuat promosi destinasi Indonesia secara lebih targeted, digital, dan berbasis pengalaman," ujar Veronica.