Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tumbuh pada Kuartal I 2026

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tumbuh pada Kuartal I 2026

Kementerian Pariwisata mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 8,62 persen secara tahunan pada kuartal I/2026 di tengah gangguan konektivitas penerbangan dari Timur Tengah dan Eropa pada Minggu (10/5/2026).

Data yang dilansir dari Ekonomi menunjukkan total kunjungan wisatawan asing sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 3,44 juta kunjungan. Khusus pada Maret 2026, angka kunjungan tercatat sebanyak 1,09 juta atau naik 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik menyebabkan penutupan wilayah udara yang berdampak pada pembatalan ratusan penerbangan internasional menuju Indonesia. Hal ini memicu penurunan kunjungan dari wilayah Timur Tengah sebesar 9,51 persen dan Eropa sebesar 8,5 persen pada Maret 2026.

"Ini adalah capaian yang patut kita syukuri karena di saat kita memperkirakan tekanan terhadap kunjungan akibat kondisi geopolitik global, pariwisata Indonesia justru menunjukkan resiliensinya," kata Widiyanti sebagaimana dikutip dari YouTube Kemenpar, Minggu (10/5/2026).

Pemerintah kini mulai mengalihkan fokus pada diversifikasi pasar guna menjaga kestabilan angka kunjungan dari kawasan yang tidak terdampak konflik. Sektor pariwisata mendapat sokongan dari pertumbuhan wisatawan asal Oceania yang meningkat 19,32 persen serta Asia Tenggara sebesar 18,84 persen.

"Ini menunjukkan bahwa diversifikasi pasar menjadi sangat penting. Kita tidak boleh terlalu tergantung pada satu kawasan saja. Ketika satu pasar mengalami tekanan, pasar lain harus mampu menopang pertumbuhan," ujar Widiyanti.

Meskipun jumlah kunjungan meningkat, Widiyanti menegaskan bahwa volume bukan satu-satunya tolok ukur karena wisatawan asal Amerika, Eropa, dan Timur Tengah biasanya memiliki durasi tinggal lebih lama. Strategi kedepan akan tetap memprioritaskan kualitas kunjungan dan nilai belanja para turis tersebut.

"Kita tetap harus menjaga kualitas kunjungan, nilai belanja wisatawan, dan lama tinggal wisatawan di Indonesia," tandas Widiyanti.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada kuartal I/2026 berada pada angka US$1.345,61 per kunjungan. Sektor akomodasi menjadi penyumbang belanja terbesar dengan proporsi 37,23 persen, diikuti sektor makan minum sebesar 20,17 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi