Melihat Perubahan Bukit Shafa dan Marwah yang Kini Dilengkapi AC

Melihat Perubahan Bukit Shafa dan Marwah yang Kini Dilengkapi AC

Bukit Shafa dan Marwah dahulu merupakan gundukan batu yang terletak di tengah padang pasir tandus serta sunyi. Dikutip dari Detikcom, kondisi kawasan bersejarah tersebut kini telah mengalami transformasi yang sangat drastis.

Jemaah haji dan umrah sekarang dapat melintasi jalur sa'i dengan nyaman. Area tersebut sudah berada di dalam bangunan megah yang dilengkapi fasilitas pendingin udara (AC).

Bukit Shafa berada sekitar 130 meter di sebelah selatan Ka'bah dan bersambung dengan Jabal Abu Qubaisy. Di kawasan ini dahulu berdiri Darul Arqam, Darul Saib bin Saib, serta Darul Khuld yang sekarang sudah dibongkar untuk perluasan tempat sa'i (Mas'a).

Sementara itu, Bukit Marwah terletak kurang lebih 350 meter dari arah timur laut bangunan Ka'bah atau Rukun Syami. Bukit yang bersambung dengan Bukit Qaiqu'an ini menjadi titik akhir dari ritual sa'i.

Jarak antara Bukit Shafa dan Marwah membentang sejauh 450 meter. Jemaah yang melakukan ritual berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali akan menempuh total jarak perjalanan hingga 3,15 km.

Kondisi Fasilitas Mas'a Modern

Bukit Shafa saat ini berbentuk gundukan batu yang dilindungi oleh dinding kaca. Di sisi lain, Bukit Marwah berupa hamparan batu seluas 3 meter persegi yang permukaannya telah dilapisi pelindung khusus.

Kedua bukit ini dihubungkan oleh lantai batu marmer dengan lebar keseluruhan mencapai 20 meter. Jalur penghubung ini juga dirancang memiliki bangunan bertingkat dua.

Area sa'i tersebut dibagi menjadi empat lajur utama. Dua lajur luar digunakan untuk jemaah umum yang berjalan kaki pulang dan pergi, sedangkan dua lajur dalam yang lebih pendek disediakan khusus untuk pengguna kursi roda.

Sejarah Perjuangan Siti Hajar

Asal-usul ritual di kedua bukit ini berakar dari kisah Siti Hajar yang mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS sebelumnya mendapat perintah Allah SWT untuk meninggalkan istri dan anaknya di sisi Ka'bah yang saat itu belum berpenghuni dan tidak memiliki sumber air.

Nabi Ibrahim AS meninggalkan mereka dengan bekal wadah kulit berisi kurma dan wadah kecil berisi air. Ketika Nabi Ibrahim AS hendak pergi menuju Syam, Siti Hajar sempat mengikuti dan bertanya mengenai alasan kepergian suaminya di lembah sunyi tersebut.

Siti Hajar bertanya, "Apakah Allah yang memerintahkan kamu melakukan semua ini?" Nabi Ibrahim AS menjawab, "Ya." Mendengar hal itu, Siti Hajar berkata, "Jika demikian, pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kami di sini."

Nabi Ibrahim AS kemudian melanjutkan perjalanan hingga pintu keluar Makkah. Beliau lalu menghadap ke arah Ka'bah, mengangkat kedua tangannya, dan memanjatkan doa:

ุฑู‘ูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ูƒูŽู†ุชู ู…ูู† ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชููŠ ุจููˆูŽุงุฏู ุบูŽูŠู’ุฑู ุฐููŠ ุฒูŽุฑู’ุนู ุนูู†ุฏูŽ ุจูŽูŠู’ุชููƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ููŠูู‚ููŠู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุฉูŽ ููŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุฃูŽูู’ุฆูุฏูŽุฉู‹ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุชูŽู‡ู’ูˆูู‰ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู‡ูู… ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุดู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ

Rabbanฤ innฤซ askantu min ลผurriyyatฤซ biwฤdin ghairi ลผฤซ zar'in 'inda baitikal-muแธฅarram, rabbanฤ liyuqฤซmuแนฃ-แนฃalฤta faj'al af'idatam minan-nฤsi tahwฤซ ilaihim warzuq-hum minaแนก-แนกamarฤti la'allahum yasykurลซn.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Wahai Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."

Kemunculan Mata Air Zam-zam

Siti Hajar mulai mencari bantuan setelah persediaan makanan dan air habis. Beliau memandang bayinya yang kehausan dengan rasa khawatir, lalu memutuskan memanjat Bukit Shafa untuk melihat situasi sekitar.

Karena tidak melihat adanya kafilah yang melintas, Siti Hajar berlari menuju Bukit Marwah dan melakukan hal serupa. Proses bolak-balik antara kedua bukit tersebut dilakukan sebanyak tujuh kali.

Saat berada di atas Bukit Shafa, Siti Hajar mendengar sebuah suara misterius dan berkata pada dirinya sendiri, "Diam!." Suara tersebut terdengar kembali dan berkata, "Wahai Ibunda Ismail, dengarkanlah bahwa di sisimu terdapat sesuatu yang dapat menolongmu."

Suara itu bersumber dari Malaikat Jibril yang berada di lokasi sumur Zam-zam saat ini. Malaikat Jibril kemudian menginjakkan tumitnya ke tanah hingga memancarkan air, yang lalu dibendung oleh Siti Hajar menjadi kolam dan kini dikenal sebagai sumur air Zam-zam.

Artikel terkait

Rekomendasi