PHRI Karangasem Waspadai Dampak Hantavirus Terhadap Pariwisata Bali

PHRI Karangasem Waspadai Dampak Hantavirus Terhadap Pariwisata Bali

Sektor pariwisata di Kabupaten Karangasem, Bali, kini tengah mengantisipasi potensi penyebaran virus Hanta yang dikhawatirkan dapat menghambat tren pemulihan kunjungan wisatawan. Dilansir dari Detik Travel pada Rabu (13/5/2026), kewaspadaan ini muncul di tengah upaya para pelaku industri untuk bangkit pascapandemi beberapa tahun silam.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa, menyatakan bahwa sensitivitas sektor pariwisata mengharuskan adanya penanganan yang sigap. Pengetatan pintu masuk menuju Bali serta sistem deteksi dini melalui Dinas Kesehatan menjadi poin utama yang diharapkan para pelaku usaha guna menghindari risiko penularan massal.

"Kami sebagai pelaku pariwisata pasti khawatir kalau penanganannya lengah seperti COVID-19, karena pariwisata sangat sensitif," kata Kariasa, Rabu (13/5/2026), dilansir detikBali.

Kariasa menjelaskan bahwa saat ini belum ada laporan kasus yang secara langsung mengganggu aktivitas wisata di Karangasem. Meskipun isu kesehatan tersebut mencuat, operasional penginapan dan restoran masih berjalan normal tanpa adanya penurunan drastis pada jumlah pelancong yang datang.

"Pemerintah harus maksimal melakukan pencegahan. Jangan sampai kejadian seperti COVID-19 terulang," ujar Kariasa.

Peningkatan okupansi hotel menjadi sorotan positif di tengah kekhawatiran ini, di mana rata-rata hunian merangkak naik dari angka 30-40 persen menjadi 45-50 persen. Harapan besar disematkan pada momen libur panjang mendatang yang diprediksi akan menarik minat wisatawan domestik lebih banyak lagi.

"Semoga terus mengalami peningkatan. Terlebih Minggu ini akan ada long weekend, semoga ada peningkatan lagi dari wisatawan lokal atau domestik," kata Kariasa.

Pihak otoritas kesehatan provinsi turut merespons situasi ini dengan memberikan kepastian mengenai status kasus di wilayah Bali. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom M.Kes, menyatakan hingga kini belum ditemukan kasus positif virus Hanta, namun pengawasan surveilans tetap diintensifkan di seluruh fasilitas kesehatan.

"Sampai saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan belum ada kasus Hantavirus dan Tim Dinas Kesehatan juga terus memperkuat surveilans," kata Nyoman kemarin.

Dinas Kesehatan telah menginstruksikan koordinasi lintas sektor, termasuk puskesmas dan rumah sakit, untuk memantau pasien bergejala mirip flu berat yang memiliki riwayat interaksi dengan hewan pengerat. Skrining di pelabuhan dan bandara juga diprioritaskan bagi para pekerja yang baru kembali dari luar negeri.

"Kita juga melaksanakan skrining di pintu masuk, terutama memperketat skrining terhadap pekerja migran atau kru kapal pesiar yang kembali ke Bali," dia menegaskan.

Langkah-langkah preventif lainnya mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diminta untuk berhati-hati saat membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus guna menghindari paparan virus melalui debu atau kotoran hewan tersebut.

"Saya selaku Kepala Dinas Kesehatan menghimbau Krama Bali untuk tidak panik namun tetap waspada dengan melakukan hal-hal berikut diantaranya adalah menjaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus (melakukan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)," kata dia.

Sebagai informasi tambahan, pengawasan ketat juga telah diberlakukan di Bandara Soekarno Hatta bagi pelaku perjalanan dari sejumlah negara di Benua Amerika. Wilayah yang menjadi fokus pengawasan ekstra meliputi kedatangan dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.

Artikel terkait

Rekomendasi