Piaggio Indonesia Restrukturisasi Lini Vespa GTS untuk Pasar Domestik

Piaggio Indonesia Restrukturisasi Lini Vespa GTS untuk Pasar Domestik

Langkah strategis diambil oleh PT Piaggio Indonesia dalam menata ulang portofolio produk mereka di pasar domestik. Kehadiran Vespa GTS 250 dengan harga Rp 97 juta secara langsung mengubah peta persaingan dan nasib varian lain dalam keluarga skutik bongsor premium tersebut.

Restrukturisasi ini berdampak nyata pada keberadaan Vespa GTS 150 dan varian tertinggi GTS 300, seperti dilansir dari Otomotif. Pergeseran spesifikasi serta rentang harga memicu penyesuaian kasta produk demi menjaga keseimbangan lini kendaraan yang dipasarkan.

Varian GTS 150 kini berada dalam posisi yang kurang menguntungkan setelah Piaggio meningkatkan kapasitas mesin lini inti mereka. Lini Vespa Sprint dan Primavera kini telah mengalami peningkatan performa dari yang sebelumnya 150 cc menjadi 180 cc.

PR & Communication Manager PT Piaggio Indonesia, Ayu Hapsari, menjelaskan bahwa posisi GTS 150 menjadi tidak logis jika tetap mempertahankan mesin lamanya. Hal ini karena kasta GTS berada di atas Primavera dan Sprint yang kini justru memiliki kapasitas mesin lebih besar.

"Kalau sekarang kita masih jual, cuma tergantung stok. Karena kalau misalnya GTS kita pertahankan 150, sementara Sprint dan Primavera sudah 180 (cc) kan agak jomplang ya, portofolionya agak aneh," ujar Ayu saat ditemui di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Penjualan GTS 150 dipastikan bakal disetop secara perlahan di pasar tanah air. Peran varian tersebut sebagai titik masuk utama keluarga Vespa berbadan besar akan digantikan sepenuhnya oleh GTS 250.

Di sisi lain, nasib varian tertinggi GTS 300 juga terganjal oleh regulasi lokal mengenai pajak barang mewah (PPnBM) untuk mesin di atas 250 cc. Pajak ini mendongkrak harga jualnya hingga menyentuh angka Rp 170 jutaan di Indonesia.

Selisih harga tersebut dinilai terlampau jauh jika disandingkan dengan GTS 250 yang dijual di bawah Rp 100 juta. Padahal, performa serta pengalaman berkendara yang ditawarkan kedua model ini tidak memiliki perbedaan masif untuk aktivitas harian.

Pasokan untuk varian bermesin besar ini dipastikan sudah mulai dihentikan oleh pihak keagenan resmi. Para peminat model ini hanya bisa membeli unit yang tersisa di jaringan diler.

"Yang 300 sudah stop. Masih ada selama barang yang masih ada di diler grup. Kalau sudah enggak ada, berarti sudah enggak ada. Kita lihat ke depannya kayak gimana dulu," ungkap Ayu.

Melalui dinamika ini, fokus penjualan keluarga besar GTS ke depan akan dialihkan sepenuhnya pada varian mesin 250 cc. Strategi tersebut menjadi opsi paling rasional untuk menghadirkan kendaraan berspesifikasi tinggi dengan harga yang lebih rasional bagi konsumen.

Artikel terkait

Rekomendasi