Perusahaan otobus PO Bagong asal Malang berencana meluncurkan layanan travel komersial antar kota dalam provinsi rute Malang-Surabaya menggunakan armada mobil listrik Transporter Lokon pada pertengahan tahun 2026. Ekspansi ini menggunakan kendaraan produksi dalam negeri hasil manufaktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.
Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang merampungkan seluruh persyaratan administratif agar operasional dapat segera dimulai. Kepastian jadwal operasional tersebut disampaikan dalam pertemuan pada Kamis (7/5/2026) sebagaimana dilansir dari Otomotif.
"Saat ini kami tengah mengurus kelengkapan administrasi dan perizinannya. Target kami pertengahan tahun ini sudah selesai dan mulai beroperasi" ungkap Budi Susilo, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong).
Pemilihan unit berbasis baterai ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memasyarakatkan kendaraan ramah lingkungan. Selain aspek lingkungan, Budi menekankan adanya keuntungan finansial yang signifikan bagi perusahaan dari sisi efisiensi energi.
"Kalau kami dalam segi bisnis, mobil listrik ini juga bisa menekan biaya operasional. Terutama dalam konsumsi bahan bakar hingga 50 persen dibanding mobil konvensional" tutur Budi Susilo, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong).
Budi menilai unit Transporter Lokon memiliki spesifikasi yang sesuai untuk kebutuhan angkutan penumpang karena faktor kenyamanan. Untuk tahap awal, perusahaan telah menyiagakan sejumlah unit untuk melayani koridor Malang menuju Surabaya tersebut.
"Mobil Transporter Lokon menurut Budi menjadi pilihan tepat, karena memiliki kenyamanan yang mumpuni, baik dari sisi suspensi maupun dari sisi akselerasi" tutur Budi Susilo, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong).
"Saat ini, ada 4 unit armada yang kami siapkan untuk memulai layanan travel Malang-Surabaya nanti" pungkas Budi Susilo, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong).
Pihak produsen kendaraan menyatakan bahwa kemitraan dengan operator transportasi lokal merupakan langkah strategis dalam mendistribusikan teknologi kendaraan listrik secara merata. Hal ini bertujuan agar pemanfaatan teknologi hijau tidak hanya terpusat di kawasan metropolitan.
"Kami meyakini bahwa transportasi hijau tidak seharusnya menjadi privilese kota besar saja" tutur V. Bimo Kurniatmoko, Direktur dan Chief Operating Officer VKTR.
Kemitraan ini dipandang sebagai solusi bagi para pelaku usaha transportasi untuk menghadapi tantangan ekonomi global, termasuk fluktuasi harga energi primer. Penggunaan kendaraan listrik dianggap sebagai langkah adaptif yang sudah bisa diimplementasikan secara konkret di lapangan.
"Melalui kolaborasi dengan PO Bagong, kami berupaya memperluas akses terhadap kendaraan komersial listrik ke berbagai daerah dan segmen masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan bagi pelaku usaha transportasi" sambung V. Bimo Kurniatmoko, Direktur dan Chief Operating Officer VKTR.
"Maka kendaraan listrik kini bukan lagi sekadar konsep, melainkan solusi yang telah digunakan secara nyata" pungkas V. Bimo Kurniatmoko, Direktur dan Chief Operating Officer VKTR.