Implementasi kendaraan elektrifikasi pada sektor transportasi massal di Indonesia kini mulai merambah ke segmen yang lebih jauh. Bus listrik murni saat ini tidak lagi sekadar menjadi armada bus kota atau pariwisata jarak pendek.
Langkah baru diambil oleh Perusahaan Otobus (PO) Borneo Trans dengan resmi memperkenalkan armada bus listrik murni terbaru mereka untuk jalur antarkota (AKAP). Kendaraan ini menawarkan efisiensi tinggi serta kenyamanan ekstra bagi para penggunanya.
Seperti dikutip dari Otomotif, PO Borneo Trans memercayakan pembangunan armada masa depannya ini kepada Karoseri Tentrem dengan menggunakan bodi Avante H7 Single Glass. Tampilan luar bus ini tampak kalem dan elegan, menyerupai bus bermesin diesel konvensional standar tanpa kosmetik futuristis berlebihan.
Direktur Utama Karoseri Tentrem Yohan Wahyudi menyampaikan bahwa keputusan PO Borneo Trans untuk menerjunkan bus listrik ke jalur antarkota didasari oleh hasil evaluasi mendalam mengenai efisiensi jangka panjang.
"Borneo melihat potensi saving dari sisi operasional dari hasil uji coba bus listrik AKAP yang dilaksanakan di Pulau Jawa. Dari sisi kenyamanan, bus listrik menawarkan kenyamanan tingkat tinggi, minim getaran, dan juga tingkat kebisingan yang sangat rendah," ujar Yohan kepada Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Dalam meluncurkan proyek ini, PO Borneo Trans menggandeng INVI sebagai partner penyedia ekosistem Electric Vehicle (EV) secara end-to-end. Kerja sama komprehensif tersebut mencakup studi pola operasi, survei rute, penempatan posisi charging station, pengadaan alat charger, hingga pemilihan kombinasi sasis dan bodi.
Sasis pasokan INVI yang digunakan dibekali baterai berkapasitas besar, yakni 350 kW. Di atas kertas, bus listrik ini sanggup menjelajah hingga jarak 300 kilometer, dengan hitungan penggunaan aman dari indikator baterai 100 persen hingga menyentuh 20 persen.
Ketika masuk ke dalam kabin, penumpang langsung disajikan atmosfer kelas premium yang eksklusif. Bodi Avante H7 ini dirancang dengan konfigurasi interior mewah yang hanya memuat 17 penumpang.
Bangku paling depan terdiri dari 2 kursi sleeper di baris depan serta 15 kursi yang dilengkapi dengan legrest, footrest, serta perangkat hiburan Audio Video On Demand (AVOD).
Rancang Bangun dan Solusi Tata Ruang Kabin
Secara teknis rancang bangun, bus listrik memiliki tantangan besar pada distribusi bobot karena paket baterai dan motor penggerak cenderung lebih berat dari mesin diesel biasa. Sasis INVI menempatkan seluruh modul baterai di bagian kolong bawah bus.
Penempatan di area bawah ini membawa keuntungan mekanis karena center of gravity kendaraan menjadi lebih rendah. Efeknya, stabilitas bus meningkat dan gejala limbung berkurang, sehingga berdampak langsung pada keselamatan serta kenyamanan penumpang.
Namun, karena area kolong tengah sudah padat diisi oleh baterai, bus ini kehilangan ruang bagasi bawah yang biasanya tembus pada bus konvensional. Ruang kap mesin di bagian buritan belakang juga tidak bisa dipakai untuk menaruh barang karena sudah dipadati oleh berbagai komponen kelistrikan dari sistem EV.
Untuk menyiasatinya, Karoseri Tentrem memanfaatkan area kabin bagian paling belakang, tepatnya di atas kompartemen elektronik belakang di balik sekat. Ruang yang biasanya digunakan sebagai tempat tidur pengemudi cadangan dialihfungsikan menjadi toilet dan ruang bagasi.
"Nah, kita sudah siapin kompartemen bagasi di belakang. Karena penumpang juga enggak banyak, jadi di kabin belakang cukup untuk bagasi," kata Yohan.