Presiden Prabowo Subianto Gunakan Maung MV3 Garuda dalam Kunjungan ke Filipina

Presiden Prabowo Subianto Gunakan Maung MV3 Garuda dalam Kunjungan ke Filipina

Presiden Prabowo Subianto membawa kendaraan taktis Maung MV3 Garuda Limousine buatan PT Pindad dalam kunjungan kenegaraan ke Filipina pada Kamis (7/5). Penggunaan unit rantis ini merupakan bentuk diplomasi sekaligus menunjukkan kemampuan manufaktur alat utama sistem persenjataan dalam negeri di kancah internasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pengembangan kendaraan ini telah dimulai sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Berdasarkan laporan dari Detik Oto, jumlah produksi rantis Maung di pabrik Pindad saat ini telah menembus angka ribuan unit untuk berbagai keperluan operasional.

"Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri," kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.

Penempatan unit Maung di forum luar negeri dianggap sebagai representasi kemajuan teknologi Indonesia. Pihak Sekretariat Kabinet menegaskan bahwa kendaraan tersebut memuat pesan mengenai kedaulatan industri nasional.

"Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi," lanjut Teddy.

Varian yang digunakan presiden adalah MV3 Garuda Limousine yang memiliki spesifikasi keamanan tingkat tinggi dengan bodi dan kaca antipeluru. Selain varian mewah tersebut, Pindad juga memproduksi versi lain seperti Maung Tangguh dengan atap terbuka, MV3 Komando dengan Hard Top, serta MV3 Jelajah yang menggunakan Soft Top.

"Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia," tandas Teddy.

Inovasi Pindad juga mencakup pengembangan Maung MV3 Irup untuk kebutuhan upacara seremonial dan Maung MV3 Mobile Jammer yang berfungsi sebagai sistem anti-drone. Unit Mobile Jammer tersebut dibekali senjata SMB SM5 A1 kaliber 12,7 mm sebagai mekanisme pelumpuh ancaman udara.

Pindad juga tercatat pernah mengembangkan prototipe kendaraan taktis listrik bernama Morino EV yang memiliki daya 160 HP. Kendaraan listrik ini mampu mencapai kecepatan 100 km/jam dengan jarak tempuh sejauh 170 km, meskipun status produksinya saat ini dilaporkan belum masuk tahap massal.

Artikel terkait

Rekomendasi