Presiden Prabowo Subianto Dorong Percepatan Industrialisasi Otomotif Mandiri

Presiden Prabowo Subianto Dorong Percepatan Industrialisasi Otomotif Mandiri

Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi mobil dan motor secara mandiri, bukan sekadar menjadi pasar kendaraan bermotor bagi negara lain.

Gagasan tersebut disampaikan dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5), sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

Langkah strategis ini didukung oleh optimalisasi peran Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai lembaga pembiayaan pembangunan guna menyuntikkan modal kerja di sektor industri.

"Tidak sedikit Danantara ternyata sudah dirasakan keampuhannya, Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan khususnya investasi dan modal kerja untuk percepatan industrialisasi," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Kepala Negara menegaskan pentingnya kemandirian industri agar manufaktur produk otomotif hingga alat elektronik konsumen tidak lagi bergantung pada pasokan impor luar negeri.

"Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil sendiri, kita harus bikin motor sendiri, kita harus bikin televisi komputer handphone kita sendiri. Kita tidak boleh hanya dari pasar untuk pasar lain," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Upaya ini direalisasikan dengan mengoordinasikan jajaran akademisi serta para ahli lintas sektor demi mewujudkan target swasembada manufaktur.

"Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita, saya sudah kumpulkan pakar-pakar kita, saya katakan pengabdianmu untuk bangsa. Wujudkan hal ini," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober lalu, target produksi mobil nasional ditetapkan dapat terealisasi dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

Pemerintah juga memproyeksikan manufaktur massal untuk kendaraan jenis sedan listrik dapat dimulai pada tahun 2028 melalui delapan klaster program prioritas negara.

Kementerian Perindustrian bersama PT Pindad (Persero) saat ini tengah melakukan pembahasan teknis serta konseptual untuk merealisasikan produksi mobil nasional tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi