Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada 7-8 Mei 2026 dengan membawa kendaraan taktis nasional. Kepala Negara menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine sebagai kendaraan resmi dalam kunjungan luar negeri pertamanya tersebut.
Langkah ini mencatatkan sejarah baru bagi industri pertahanan Indonesia karena untuk pertama kalinya kendaraan produksi dalam negeri digunakan dalam agenda kenegaraan di luar wilayah Indonesia. Penggunaan mobil buatan PT Pindad tersebut dikonfirmasi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemilihan kendaraan taktis ringan ini merupakan representasi dari kedaulatan industri dalam negeri. Hal tersebut menunjukkan kesiapan teknologi pertahanan Indonesia bersaing di kancah internasional.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi,” ujarnya Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Teddy menambahkan bahwa proyek pengembangan unit Maung telah dimulai sejak Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Saat ini, skala produksi kendaraan tersebut telah berkembang pesat untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional di dalam negeri.
“Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri,” kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Menurut penjelasannya, kehadiran Maung di Filipina menjadi bukti nyata kontribusi karya anak bangsa. Kendaraan ini bertransformasi dari fungsi militer menjadi instrumen protokoler tingkat tinggi.
“Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” lanjut Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Spesifikasi teknis Maung MV3 Garuda Limousine yang dilansir dari Otomotif menunjukkan kendaraan ini memiliki bobot mencapai 2,95 ton. Mobil ini dirancang dengan dimensi panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, serta tinggi 1,87 meter untuk memberikan ruang kabin yang memadai.
Dapur pacu kendaraan ini mengandalkan mesin berkapasitas 2.200 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 199 dk. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan guna mendukung mobilitas di berbagai medan jalan.
Fitur keamanan menjadi keunggulan utama dengan penggunaan material composite armor yang dirancang tahan terhadap tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO. Selain itu, bodi kendaraan juga mampu meredam hantaman proyektil 5,56 x 45 mm M193.
Perlindungan ekstra juga diterapkan pada area kaca yang menggunakan standar antipeluru level B5/B6. Untuk menjaga mobilitas saat darurat, Maung Garuda dilengkapi ban Run Flat Tyre (RFT) berukuran 21 inci yang tetap berfungsi meskipun mengalami tekanan udara nol atau bocor.