PT MRT Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Harmoni hingga Mangga Besar mulai Selasa (19/5/2026) guna mendukung kelanjutan proyek konstruksi stasiun bawah tanah dan terowongan MRT Jakarta Fase 2. Kebijakan ini diambil menyusul perpanjangan manajemen rekayasa lalu lintas tahap 3.2 dan persiapan tahap 4.1, seperti dilansir dari Otomotif.
Perpanjangan manajemen rekayasa lalu lintas tahap 3.2 di kawasan Harmoni diberlakukan hingga 24 Mei 2026 setelah sebelumnya direncanakan selesai pada 30 April 2026. Penyesuaian jadwal ini disebabkan oleh pengerjaan penggalian, konstruksi stasiun, pembangunan kanal underpass, serta entrance stasiun MRT rute Mangga Besar-Glodok-Kota sepanjang 1,44 km yang masih berjalan.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi, berkaca pada peristiwa kemacetan akibat jalan ambles di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat pada Kamis (4/1/2024).
"Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini," ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo.
Pihak manajemen juga mengingatkan para pengendara dan pengguna transportasi publik untuk tetap mematuhi rambu penunjuk arah di area sekitar proyek.
"Selain itu, kami juga berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan," kata Rendy Primartantyo.
Selama tahap 3.2 berlangsung, arus kendaraan menuju Jalan Hasyim Ashari dan arah Kota dialihkan memakai skema contra flow dua lajur di Jalan Hayam Wuruk, sementara rute sebaliknya menuju Monas tetap menggunakan tiga lajur normal.
Selanjutnya, proyek MRT Jakarta Fase 2 akan memberlakukan rekayasa lalu lintas tahap 4.1 yang dijadwalkan berlangsung dari 25 Mei 2026 hingga 27 September 2026.
Pada tahap 4.1, arus kendaraan dari Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Ir H Juanda menuju Jalan Hasyim Ashari serta arah Kota diarahkan melalui Jalan Gajah Mada dengan dua lajur. Ruas Jalan Gajah Mada setelah pertigaan Jalan Hasyim Ashari diubah menjadi satu arah menuju Kota, sedangkan bus Transjakarta dan kendaraan lain menuju Kota dialihkan melalui contra flow satu lajur di Jalan Hayam Wuruk.