Rekayasa lalu lintas satu arah atau one way bakal diterapkan secara situasional di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di jalur wisata tersebut selama periode libur nasional.
Arus kendaraan yang menuju arah Puncak diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan selama libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus. Periode ini berlangsung mulai Kamis, 14 Mei 2026, hingga Minggu, 17 Mei 2026.
Dilansir dari Detik Travel, sistem rekayasa arus lalu lintas ini akan diberlakukan secara bergantian bagi kendaraan yang menuju Puncak maupun arah sebaliknya ke Jakarta. Kepolisian juga memastikan bahwa aturan ganjil-genap tidak berlaku pada periode kali ini.
KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian, menjelaskan bahwa pola one way ke arah atas atau menuju Puncak biasanya diterapkan pada pagi hari. Hal ini dilakukan karena adanya tren peningkatan arus wisatawan yang datang dari arah Jakarta pada waktu tersebut.
"Untuk pagi hari kami melakukan rekayasa one way ke atas dari Jakarta menuju Puncak karena memang cenderung terjadi peningkatan arus wisatawan di waktu tersebut," ujar Ardian.
Memasuki siang hingga sore hari, pihak kepolisian akan membalik arah rekayasa lalu lintas menjadi one way ke bawah menuju Jakarta. Strategi ini bertujuan untuk mengurai antrean kendaraan wisatawan yang mulai meninggalkan kawasan Puncak.
Iptu Ardian menambahkan, saat pemberlakuan satu arah ke atas sedang berlangsung, maka kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta akan tertahan sementara. Skema ini difokuskan sepenuhnya pada sistem one way situasional sesuai volume kendaraan di lapangan.
Masyarakat yang berencana mengunjungi kawasan wisata Puncak diimbau untuk lebih teliti dalam menyesuaikan waktu keberangkatan mereka dengan pola rekayasa yang sedang aktif berlaku di lokasi.
"Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi kawasan wisata Puncak, mohon agar memperhatikan waktu keberangkatan dan menyesuaikannya dengan pola rekayasa yang sedang kami berlakukan. Mohon bersabar dan menunggu saat kami normalkan kembali dua arah," kata Ardian.
Selain masalah pengaturan arus, wisatawan diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Jalur Puncak memiliki karakteristik medan yang didominasi oleh tanjakan curam serta turunan panjang yang cukup ekstrem.
Ardian mengingatkan bahwa kendaraan yang mengalami gangguan teknis atau mogok di tengah jalur berisiko tinggi memicu kemacetan yang lebih panjang. Kondisi fisik kendaraan menjadi kunci kelancaran perjalanan di jalur wisata tersebut.
Polisi juga meminta para pengunjung untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang mendadak di kawasan Puncak. Wilayah ini dinilai rawan terhadap bencana alam seperti pohon tumbang dan tanah longsor.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, wisatawan dilarang keras memarkirkan kendaraan mereka di sembarang tempat. Lokasi di dekat lereng tebing menjadi area yang paling dilarang untuk dijadikan tempat parkir darurat.
"Perhatikan juga parkir kendaraannya, jangan parkir di sembarang tempat ataupun lereng tebing agar terhindar dari bencana tersebut," tutur Ardian.