Bengkel Spesialis Rekomendasikan BMW E36 dan Mercedes-Benz Boxer untuk Pemula

Bengkel Spesialis Rekomendasikan BMW E36 dan Mercedes-Benz Boxer untuk Pemula

Memilih mobil Eropa tua atau yang populer disebut motuba memerlukan pertimbangan matang, terutama bagi mereka yang baru pertama kali terjun ke hobi ini. Dilansir dari Otomotif, calon pemilik biasanya dihadapkan pada dua pilihan utama, yakni merek BMW atau Mercedes-Benz.

Kedua produsen asal Jerman ini memiliki basis massa yang fanatik. Namun, aspek kemudahan dalam pemeliharaan rutin menjadi variabel paling krusial bagi kelompok pengendara pemula agar tidak membebani anggaran mereka di kemudian hari.

Effry, spesialis dari bengkel New Benefit Auto Service yang berlokasi di Bogor, menyarankan BMW Seri 3 dengan kode bodi E36 sebagai opsi ideal. Kendaraan ini dinilai memiliki konstruksi yang cukup bersahabat untuk penggunaan harian.

"Anak-anak muda banyak suka E36. Kalau buat harian, sebenarnya enak yang 318i tahun 1997. Itu enak karena sudah tidak pakai timing belt, tapi sudah pakai rantai (timing chain)," ujar Effry kepada Kompas.com.

Efisiensi perawatan menjadi keunggulan utama dari tipe 318i tersebut. Menurut penuturan Effry, varian ini sangat pas bagi individu yang mendambakan kenyamanan berkendara khas Eropa namun tidak ingin dipusingkan oleh teknis mesin yang rumit.

"Udah lebih nyaman saja, minim perawatan. Paling hanya ganti oli rutin, tidak repot ngerawatnya," katanya.

Sementara itu, bagi mereka yang lebih melirik Mercedes-Benz, Effry menjagokan model W124 atau yang populer dengan sebutan Mercy Boxer. Mobil ini memegang reputasi sebagai salah satu kendaraan paling tangguh yang pernah diproduksi oleh pabrikan tersebut.

"Kalau Mercedes, ya bandel itu Boxer W124. Awet dan bandel, makanya jadi legendaris. Rentang tahunnya sekitar 1990 sampai 1997. Kaki-kakinya juga enak saja dipakai," tutur Effry.

Kendati demikian, Mercy Boxer memiliki karakteristik berbeda dalam hal konsumsi bahan bakar. Dengan kapasitas mesin yang berkisar antara 2.000 cc hingga 3.200 cc, pengguna harus siap dengan biaya operasional bensin yang lebih tinggi.

"Minusnya ya lebih gede bensinnya. Memang bukan untuk diadu hemat, tapi dikejar nyamannya. Siap-siap saja duitnya buat beli bensin. Kecuali kalau beli mobil tahun muda, itu sudah lebih efisien," ucapnya.

Effry memberikan catatan tambahan mengenai mobil keluaran tahun yang lebih muda. Meskipun teknologi mesin pada model terbaru cenderung lebih hemat bahan bakar, biaya perbaikannya justru seringkali jauh lebih menguras kantong.

"Mobil tahun baru (biaya) perbaikannya lebih gede dan bisa lebih rewel dibanding model-model legendaris tadi," kata Effry.

Artikel terkait

Rekomendasi