Rekomendasi 7 Mobil Bekas Tahun 2010 ke Atas yang Layak Dipilih

Rekomendasi 7 Mobil Bekas Tahun 2010 ke Atas yang Layak Dipilih

Membeli kendaraan roda empat seken produksi tahun 2010 ke atas tetap menjadi alternatif memikat kala banderol unit anyar kian melambung. Kategori ini menyajikan variasi tipe yang melimpah, mulai dari kendaraan keluarga, mobil perkotaan yang efisien, hingga model penetas berdesain sport.

Calon konsumen disarankan menyelaraskan opsi dengan keperluan mobilitas rutin, volume daya tampung, serta biaya pemeliharaan. Hal ini penting dilakukan agar terhindar dari kekeliruan saat bertransaksi.

Dikutip dari Moladin, terdapat sejumlah tipe kendaraan roda empat yang masih sangat layak masuk dalam daftar pertimbangan konsumen sebelum melakukan pembelian.

1. Honda Jazz GK5 (2014)

Model penetas ini memiliki kabin lapang dan fleksibel berkat ketersediaan fitur Ultra Seat yang memaksimalkan area bagasi. Sektor pacu ditopang mesin 1.5L i-VTEC berkapasitas 1.497 cc dengan semburan daya mencapai 118 PS yang responsif untuk rute dalam maupun luar kota.

Kisaran harga bekas: Rp130 juta – Rp170 juta

Estimasi pajak tahunan: Rp1,5 juta – Rp1,9 juta

2. Daihatsu Xenia 1.3 (2011)

Kendaraan serbaguna ini mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi keluarga dengan kapasitas hingga tujuh penumpang. Mengandalkan mesin 1.3L 1.298 cc bertenaga 86 PS, tipe ini dikenal ekonomis serta memiliki tarif perawatan bersahabat didukung jaringan bengkel yang luas.

Kisaran harga bekas: Rp65 juta – Rp95 juta

Estimasi pajak tahunan: Rp1,3 juta – Rp1,6 juta

3. Toyota Etios Valco (2013)

Opsi non-LCGC ini menawarkan daya tahan mesin 1.2L DOHC 1.197 cc yang mampu memproduksi tenaga 80 hp. Tingkat efisiensi bahan bakarnya tergolong tinggi karena sanggup menembus angka 18 kilometer per liter pada jalur bebas hambatan, serta didukung komponen cadangan yang melimpah.

Kisaran harga bekas: Rp60 juta – Rp80 juta

Estimasi pajak tahunan: Rp1,2 juta – Rp1,5 juta

4. Suzuki Ertiga GL (2013)

Kendaraan keluarga ini dibekali mesin 1.4L K14B yang menyajikan performa halus sekaligus efisien. Keunggulan utamanya terletak pada suspensi yang empuk, kenyamanan ruang kabin untuk perjalanan jauh, serta visual eksterior yang tetap terlihat modern.

Kisaran harga bekas: Rp85 juta – Rp115 juta

Estimasi pajak tahunan: Rp1,8 juta – Rp2,3 juta

5. Kia Picanto (2012)

Mobil kota bertubuh ringkas ini sangat lincah saat bermanuver di jalanan sempit maupun area parkir yang terbatas. Dapur pacu digerakkan oleh mesin 1.2L CVVT bertenaga 85 hp dan sudah dipasangi fitur keselamatan berupa kantong udara ganda pada tipe tertentu.

Kisaran harga bekas: Rp67,5 juta – Rp83,6 juta

Estimasi pajak tahunan: Rp1,5 juta – Rp1,8 juta

6. Nissan Grand Livina (2012)

Model ini banyak diminati karena menyuguhkan sensasi berkendara yang nyaman layaknya sebuah sedan. Peredaman kabin yang optimal, suspensi empuk, serta keandalan mesin 1.5L menjadi faktor utama daya tarik kendaraan keluarga ini.

Kisaran harga bekas: Rp75 juta – Rp100 juta

Estimasi pajak tahunan: Rp1,7 juta – Rp2 juta

7. Suzuki Splash (2012)

Desain unik bergaya bangunan tinggi membuat ruang kepala di dalam kabin mobil ini terasa lapang. Didukung jantung mekanis 1.2L K12M yang gesit, konsumsi bahan bakarnya sangat irit dengan catatan 16 hingga 22 kilometer per liter tergantung metode mengemudi.

Kisaran harga bekas: Rp75 juta – Rp105 juta

Estimasi pajak tahunan: Rp1,5 juta – Rp2,1 juta

Daya Tarik Unit Lansiran Tahun 2010 ke Atas

Terdapat sejumlah alasan kuat yang membuat unit seken dari era ini tetap ramai diburu oleh konsumen otomotif. Faktor-faktor tersebut meliputi nilai tebus yang jauh lebih murah daripada unit baru, serta ketersediaan fitur yang sudah lebih modern.

Selain itu, suku cadang komponen masih melimpah di pasaran, tarif pajak tahunan cenderung lebih rendah, dan pilihan model yang tersedia sangat variatif. Pembeli bisa memperoleh unit prima untuk penggunaan jangka panjang melalui anggaran yang tepat serta inspeksi yang mendalam.

Panduan Sebelum Bertransaksi Unit Seken

Aspek ketelitian menjadi kunci utama saat meminang kendaraan lawas karena kondisi riil setiap unit dipastikan berbeda. Langkah pertama yang bisa diambil adalah memanfaatkan jasa pemeriksa profesional seperti layanan MoInspeksi untuk membedah kondisi mesin, kaki-kaki, hingga sejarah unit.

Selanjutnya, periksa buku catatan perawatan berkala guna memantau konsistensi pemeliharaan oleh pemilik terdahulu. Nyalakan mesin untuk mendeteksi ketukan abnormal, kebocoran pelumas, ataupun potensi temperatur berlebih saat posisi stasioner.

Calon pembeli wajib melakukan uji jalan secara langsung demi menilai performa sistem transmisi, daya cengkeram rem, dan kinerja suspensi. Terakhir, cocokkan seluruh dokumen legalitas mulai dari STNK, BPKB, kesesuaian nomor rangka, hingga nomor mesin guna menghindari kendala hukum.

Artikel terkait

Rekomendasi