Nepal Terbitkan 492 Izin Pendakian Gunung Everest Musim Semi 2026

Nepal Terbitkan 492 Izin Pendakian Gunung Everest Musim Semi 2026

Pemerintah Nepal mencatatkan rekor sejarah baru dengan menerbitkan sebanyak 492 izin pendakian untuk Gunung Everest pada musim semi 2026 ini. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya pada tahun 2023 yang mencatatkan sebanyak 478 izin pendakian di gunung tertinggi di dunia tersebut.

Data tersebut dikonfirmasi oleh otoritas terkait yang menyebutkan adanya lonjakan minat yang signifikan dari para pendaki internasional pada periode pendakian kali ini. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Senin (11/5/2026), izin yang diberikan kepada para pendaki ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Pihak otoritas pariwisata setempat memberikan pernyataan resmi mengenai tingginya animo para pendaki untuk mencapai puncak Everest melalui jalur Nepal.

"Kami telah mengeluarkan jumlah izin yang sangat tinggi untuk Sagarmatha," kata juru bicara Departemen Pariwisata Nepal, Himal Gautam, kepada AFP.

Himal Gautam menjelaskan bahwa Sagarmatha merupakan penyebutan lokal untuk Gunung Everest bagi masyarakat Nepal. Tingginya angka permohonan izin ini diperkirakan akan membuat sekitar 1.000 orang berada di jalur pendakian dalam beberapa pekan ke depan karena setiap pendaki umumnya didampingi satu pemandu lokal.

Para pendaki saat ini dilaporkan sedang berada dalam tahap persiapan fisik di lapangan guna menyesuaikan kondisi dengan tipisnya oksigen di dataran tinggi.

"Para pendaki sekarang melakukan rotasi aklimatisasi seperti biasa dan kami berharap musim ini akan berjalan baik," kata Mingma Sherpa dari Seven Summit.

Mingma Sherpa menambahkan bahwa proses adaptasi tubuh terhadap ketinggian atau aklimatisasi sangat penting sebelum tim memutuskan untuk bergerak menuju puncak. Peningkatan jumlah pendaki melalui wilayah Nepal tahun ini juga dipicu oleh kebijakan penutupan jalur pendakian sisi utara yang dikelola oleh otoritas China di Tibet.

Berdasarkan data resmi pemerintah Nepal, warga negara China menjadi kelompok pemohon izin terbanyak dengan total 109 pendaki. Posisi kedua ditempati oleh pendaki asal Amerika Serikat yang mengantongi sebanyak 76 izin pendakian.

Kepadatan jumlah pendaki ini memicu kembali diskusi mengenai risiko keamanan di jalur menuju puncak, terutama potensi terjadinya antrean panjang jika jendela cuaca pendakian menyempit. Kekhawatiran ini berkaca pada insiden tahun 2019, di mana kepadatan pendaki berkontribusi pada beberapa kasus kematian akibat paparan suhu ekstrem dan kadar oksigen rendah.

Industri pendakian tetap menjadi sektor vital bagi perekonomian Nepal yang memiliki delapan dari sepuluh gunung tertinggi di dunia. Dari penerbitan izin pendakian Everest tahun ini saja, negara tersebut dilaporkan telah berhasil mengumpulkan pendapatan mencapai sekitar 7,1 juta dollar AS atau setara Rp 117 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi