Kawasan Cikarang kini memiliki daya tarik visual baru yang menyerupai ikon mancanegara. Sebuah replika patung Merlion khas Singapura hadir di Kawasan Serang Baru untuk mempercantik wilayah tersebut.
Kehadiran monumen ini, seperti dilansir dari Detik Travel, berlokasi di tengah area perumahan modern yang tengah berkembang. Landmark tersebut segera menarik perhatian publik karena menawarkan suasana berbeda di kawasan industri yang padat.
Daya tarik lokasi ini tidak hanya terpaku pada ikon singa Singapura. Pengunjung yang datang juga dapat menemukan deretan replika patung Moai raksasa yang menyerupai artefak prasejarah dari Pulau Paskah.
Kombinasi arsitektur unik ini menciptakan latar belakang yang diminati masyarakat untuk berswafoto. Saat akhir pekan atau menjelang sore, kawasan ini berubah menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi keluarga dan pencari konten media sosial.
Suasana berbeda akan terasa pada hari kerja di mana keramaian wisatawan menyusut. Di saat tersebut, aktivitas warga lokal lebih mendominasi area sekitar danau yang terletak dekat dengan posisi patung.
Masyarakat setempat sering terlihat memanfaatkan perairan danau tersebut untuk menjaring ikan secara tradisional. Meskipun hasil tangkapan didominasi ikan mujair berukuran kecil, aktivitas ini tetap menjadi bagian dari kearifan lokal warga.
Akses Wisata Gratis bagi Masyarakat
Hasil tangkapan ikan tersebut biasanya dimanfaatkan warga sebagai sumber pangan bergizi untuk konsumsi harian keluarga. Hal ini menunjukkan harmoni antara kemegahan arsiteika dunia dengan denyut kehidupan masyarakat Cikarang.
Popularitas lokasi ini didukung oleh kebijakan akses yang sepenuhnya terbuka bagi masyarakat umum. Pengunjung tidak dibebankan biaya masuk atau tarif parkir yang mahal untuk menikmati fasilitas visual yang tersedia.
Keberadaan destinasi ini menjadi solusi wisata edukatif sekaligus ekonomis bagi warga Bekasi dan sekitarnya. Lokasi ini menawarkan sensasi atmosfer luar negeri tanpa mengharuskan masyarakat bepergian jauh ke luar wilayah.