Melapisi ulang atau retrim dasbor mobil dengan kulit sintetis kini semakin diminati oleh para pemilik kendaraan. Langkah ini diambil tidak hanya untuk mempercantik tampilan interior, melainkan juga sebagai bentuk perawatan berkala agar komponen tersebut bertahan lebih lama.
Dasbor yang telah melalui proses retrim memerlukan perawatan yang konsisten. Tanpa perhatian khusus, material pelapis tersebut menjadi sangat rentan terhadap kekusaman, keretakan, serta sifat getas pada lapisan kulit sintetisnya, seperti dilansir dari Otomotif.
Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas lapisan dasbor. Area ini berada di posisi yang paling sering terpapar langsung oleh terik matahari, terutama ketika kendaraan diparkir di tempat terbuka dalam waktu lama.
Kepala toko Raja Jok Mobil Car Interior di Bogor, Aditia, menjelaskan bahwa kerusakan pada area sensitif ini sering kali dipicu oleh hal-hal kecil yang kerap diabaikan oleh pemilik kendaraan.
Dampak Penggunaan Bahan Kimia dan Alkohol
Lapisan kulit sintetis pada dasbor memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap kandungan alkohol. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah kebiasaan membersihkan permukaan dasbor menggunakan media yang mengandung alkohol, salah satunya adalah tisu basah.
Kerusakan juga sering dipicu oleh penggunaan parfum mobil berbentuk semprot. Kandungan alkohol di dalam cairan pewangi tersebut dapat merusak struktur serta kondisi fisik dari dasbor yang sudah dilapisi ulang.
Kutipan Langsung dan Solusi Perawatan
"Sebab dasbor merupakan area yang rentan menghadapi cuaca panas saat mobil sering terjemur matahari. Lambat laun mudah retak atau getas, cukup olesi saja dengan lotion agar lapisan kulit pada dasbor tetap lembab dengan kain lembut," katanya.
"Bahkan saat Covid-19 itu banyak yang rusak dasbor mobilnya karena pemilik mobil kerap menyemprotkan hand sanitizer. Akhirnya lapisan kulit dasbor mengelupas dan dibenarkan di sini," katanya.