Review Indomobil Emotor Sprinto: Rasa Skutik Konvensional Rp 25 Jutaan

Review Indomobil Emotor Sprinto: Rasa Skutik Konvensional Rp 25 Jutaan

Indomobil Emotor Sprinto merupakan motor listrik seharga Rp 25 jutaan yang menawarkan tampilan fisik dan proporsi berkendara sangat mirip dengan skutik konvensional bensin. Secara keseluruhan, motor listrik ini sukses memosisikan diri sebagai salah satu pilihan kendaraan elektrifikasi yang proper untuk dipinang karena rasa berkendaranya sangat natural bagi pengendara di Indonesia.

Ergonomi dan Kenyamanan Berkendara

Posisi duduk Sprinto sangat mirip dengan skutik konvensional, memberikan posisi tangan yang rileks saat memegang setang untuk pengendara berpostur tinggi 178 cm. Kedua kaki dapat menapak dengan sempurna ke permukaan tanah tanpa ada gejala jinjit saat motor berhenti. Kelebihan utamanya terletak pada dek kaki yang tidak terlalu tinggi sehingga posisi berkendara tidak memaksa pengendara berada dalam posisi agak "jongkok", berbeda dari kebanyakan motor listrik yang meletakkan baterai di bawah dek. Karakter busa joknya terasa pas dan tidak terlalu empuk, sehingga mampu menopang bagian punggung dengan baik saat berkendara komuter harian maupun jarak jauh agar badan tidak cepat lelah. Proses menyalakan motor dapat menggunakan anak kunci konvensional atau menekan tombol petir dua kali pada remot bawaan, lalu melipat standar samping dan menarik tuas rem hingga posisi ready.

Performa dan Mode Berkendara

Sektor performa Sprinto dibekali dengan tiga mode berkendara yang memiliki respons selongsong gas mulus dan tidak menyentak dari posisi diam, yaitu Comfort, Sport, dan Boost. Perbedaan signifikan dari ketiga opsi ini hanya terletak pada batas kecepatan maksimalnya. Mode Comfort membatasi kecepatan di kisaran 40-an kpj untuk membelah jalanan komplek atau gang padat, mode Sport menaikkan batas kecepatan ke kisaran 60-an kpj, sedangkan mode Boost mengawal pengendara melaju sampai 90 kpj. Namun, respons tarikan gas di mode Sport maupun Boost masih cenderung terasa sama halus dan kurang agresif atau kurang "ngejambak" layaknya karakter motor listrik murni dengan torsi besar.

Kaki-Kaki dan Sistem Pengereman

Sektor kaki-kaki mengandalkan pelek berdiameter 14 inci dengan bantingan sokbreker solid yang terasa mirip dengan skutik konvensional saat melewati sambungan jalan. Karakter redaman suspensinya pas, tidak terlalu keras dan tidak mantul-mantul berlebih saat melewati permukaan jalan bergelombang, sehingga memberikan kenyamanan untuk meliuk-liuk di tengah kemacetan. Kenyamanan ini ditunjang oleh sistem pengereman cakram mumpuni pada roda depan maupun belakang yang bekerja pakem untuk menghentikan laju motor secara presisi.

Konektivitas dan Navigasi Instumen

Klaster instrumen Sprinto dilengkapi sistem konektivitas ke smartphone yang dapat mengaktifkan fitur Google Maps bawaan di layar dasbor untuk membantu perjalanan jauh. Namun, terdapat dua catatan evaluasi pada fitur ini. Tampilan tema layarnya terlalu terang dan menyilaukan mata saat riding di malam hari meskipun sudah disetel ke pengaturan paling redup. Selain itu, karena sistem konektivitas mengadopsi basis Android Auto untuk kendaraan roda empat, secara default Google Maps mendeteksi motor sebagai mobil sehingga pengendara harus mengaktifkan filter "hindari jalan tol" secara manual.

Kelebihan Indomobil Emotor Sprinto

  • Posisi berkendara ergonomis mirip skutik bensin dan bebas dari posisi "jongkok".
  • Busa jok mampu menopang punggung dengan baik sehingga tidak cepat lelah.
  • Bantingan suspensi berkarakter dewasa, solid, dan nyaman di jalan bergelombang.
  • Sistem pengereman rem cakram depan dan belakang sangat pakem.
  • Dilengkapi klaster instrumen canggih dengan fitur navigasi Google Maps.

Kekurangan Indomobil Emotor Sprinto

  • Respons tarikan gas di mode Sport dan Boost kurang instan atau kurang "ngejambak".
  • Pancaran cahaya layar dasbor terlalu terang dan menyilaukan pada malam hari.
  • Navigasi mendeteksi motor sebagai mobil sehingga harus menyaring rute tol secara manual.

Indomobil Emotor Sprinto sangat cocok bagi pengendara harian yang mencari kenyamanan ergonomi, kematangan kaki-kaki, serta karakter berkendara natural yang familier dengan skutik bensin. Meskipun memiliki catatan pada respons mode berkendara yang kurang agresif dan layar dasbor yang terlalu terang di malam hari, paket kenyamanan yang ditawarkan membuat motor listrik Rp 25 jutaan ini tetap menjadi pilihan yang sangat rasional untuk menunjang mobilitas harian.

Artikel terkait

Rekomendasi