Harga saham Ferrari jatuh tajam di bursa Milan dan New York pada Selasa, 26 Mei 2026, setelah produsen otomotif tersebut meluncurkan Luce di Roma, Italia. Model ini menjadi kendaraan listrik murni (EV) pertama dalam sejarah Ferrari yang menandai peralihan besar dari desain tradisional bertenaga mesin pembakaran.
Dilansir dari CNBC, saham Ferrari berkode RACE merosot sekitar 8 persen di bursa Milan dan turun 5,3 persen di perdagangan Amerika Serikat. Penurunan tajam ini dipicu oleh respons negatif pasar dan penggemar terhadap perubahan radikal pada desain visual serta kekhawatiran atas tingginya biaya riset.
CEO Ferrari Benedetto Vigna menjelaskan bahwa kehadiran Luce merupakan momen krusial yang mengawali babak baru bagi pabrikan berlogo kuda jingkrak tersebut. Kendaraan berkapasitas lima penumpang ini dirancang menggunakan arsitektur EV khusus dengan bodi aluminium serta penggerak empat motor listrik.
"Look, when you do a new technology, you need always to keep in mind a word that is called respect." ujar Benedetto Vigna, CEO Ferrari kepada CNBC.
Vigna menambahkan bahwa penerapan teknologi baru mengharuskan adanya representasi yang tepat dalam bentuk desain yang berbeda. Pihaknya tetap menghormati kebutuhan pelanggan yang beragam dan meyakini model ini akan menarik minat konsumen lama maupun pembeli baru.
"Respect of the technology, because when you have a new technology, you need to make sure that that technology is properly represented in the design, so the design must be different," kata Benedetto Vigna, CEO Ferrari.
Vigna menegaskan bahwa mobil dengan harga sekitar 550.000 euro atau 640.000 dolar AS ini tetap menawarkan emosi berkendara yang sama bagi pengemudi. Meskipun demikian, suara yang dihasilkan kendaraan akan menyesuaikan dengan karakteristik motor listrik internalnya.
"What is important is the emotion that is [being given] to the driver," ucap Benedetto Vigna, CEO Ferrari.
Pihak manajemen menyatakan strategi desain berbeda ini sengaja diambil demi menyasar segmentasi pasar yang baru. Langkah tersebut dilakukan dengan menggandeng agensi luar untuk merancang seluruh aspek estetika kendaraan.
"We want to bring something that we consider as a game changer, really talk in a different language," cetus Enrico Galliera, Chief Commercial Officer Ferrari kepada Yahoo Finance.
Galliera mengonfirmasi bahwa Ferrari ingin menguji pendekatan yang sepenuhnya baru di luar lini produk reguler saat ini. Mobil dengan tenaga lebih dari 1.050 tenaga kuda ini digarap oleh LoveFrom, agensi kreatif milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive.
"We can maintain our current [design language], which is the current offer, satisfying our clients, and we want to test something completely different with different approaches." kata Enrico Galliera, Chief Commercial Officer Ferrari.
Sentimen negatif pasar turut diperkuat oleh kritik keras dari mantan petinggi internal perusahaan serta pengamat otomotif. Model yang dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada kuartal keempat tahun ini dinilai terlalu melenceng dari tradisi.
"Ultimately many fans are disappointed that Ferrari is embracing the EV concept, believing it dilutes the supercar brand, which has modelled itself around classic design and raw, combustion-engine power," tutur Michael Field, Chief Equity Strategist Morningstar melalui email kepada CNBC.
Field memaparkan bahwa dari sudut pandang investasi, penanam modal mengkhawatirkan tingginya pengeluaran riset dan pengembangan yang berisiko menekan profitabilitas. Mantan Ketua Ferrari Luca di Montezemolo bahkan menyebut kendaraan mewah ini sebagai aib bagi sejarah panjang perusahaan.
"I hope that they take off the prancing horse [logo] from that car," ujar Luca di Montezemolo, Mantan Ketua Ferrari kepada media Italia.
Kritik senada disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi Italia Matteo Salvini melalui akun media sosialnya. Pemerintah mempertanyakan inovasi estetika dari kendaraan mahal tersebut.
"Electric, outrageously expensive (550 thousand euros!) and, from an aesthetic point of view, it speaks for itself... It looks like anything but a car from the Prancing Horse. And this is supposed to be 'innovation'? Who knows what [Ferrari founder] Enzo Ferrari would say... ," tulis Matteo Salvini, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transportasi Italia di platform X.