Scoot Buka Rute Singapura-Belitung Perkuat Konektivitas Wisata Internasional

Scoot Buka Rute Singapura-Belitung Perkuat Konektivitas Wisata Internasional

Maskapai penerbangan Scoot resmi mengoperasikan kembali rute internasional langsung dari Singapura menuju Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Belitung, mulai Minggu, 3 Mei 2026. Layanan yang sempat terhenti selama lima tahun ini dijadwalkan beroperasi dua kali seminggu, yakni setiap hari Rabu dan Minggu, menggunakan pesawat berkapasitas 112 kursi.

Penerbangan perdana rute ini mencatatkan tingkat keterisian penumpang mencapai 73,2 persen atau sebanyak 82 orang. Jadwal keberangkatan dari Singapura ditetapkan pukul 05.45 WIB dan mendarat di Belitung pukul 06.15 WIB, sementara rute sebaliknya berangkat pukul 06.50 WIB dan tiba di Singapura pukul 09.30 WIB.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menilai pembukaan jalur ini sebagai langkah strategis untuk memperluas akses wisatawan mancanegara, terutama dari pasar Singapura. Belitung diproyeksikan menjadi alternatif liburan regional karena memiliki karakter wisata bahari dan kuliner yang sesuai dengan preferensi wisatawan asal negara tetangga tersebut.

"Kehadiran rute baru ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari pasar Singapura, ke salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia," tutur Made sebagaimana dilansir dari situs Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Made menambahkan bahwa keunggulan Belitung terletak pada gugusan batu granit ikonik dan pantai pasir putih yang menawarkan pengalaman premium bagi para pelancong.

"Belitung memiliki potensi wisata yang sangat kuat dan sesuai dengan karakteristik wisatawan Singapura, mulai dari wisata bahari, kuliner, hingga pengalaman leisure yang berkualitas. Pembukaan rute ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses wisatawan mancanegara menuju Belitung," kata Made.

Direktur Cagar Alam Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, menekankan bahwa kembalinya akses internasional memberikan peluang bagi Belitung untuk berkembang secara terukur. Fokus utama pengembangan saat ini diarahkan pada aspek keberlanjutan dan pelestarian karakter asli pulau tersebut.

"Setelah lima tahun, kembalinya penerbangan internasional bukan hanya tentang akses, tetapi tentang bagaimana Belitung dapat dinikmati kembali, dengan tujuan dan keberlanjutan yang lebih besar," kata Daniel Alexander Napitupulu.

Daniel menjelaskan bahwa aksesibilitas baru ini memungkinkan komunitas lokal untuk tumbuh tanpa harus mengorbankan identitas lingkungan yang selama ini mendefinisikan Belitung.

"Hal ini memungkinkan pulau ini untuk terbuka dengan cara yang lebih terukur, menciptakan ruang bagi destinasi dan komunitasnya untuk berkembang, tanpa kehilangan apa yang selalu mendefinisikannya. Pada saat yang sama, hal ini memberi kita kesempatan untuk memperdalam komitmen kita dalam melestarikan lanskap, memastikan bahwa karakter Belitung tetap utuh seiring perkembangannya," ujar Daniel.

Seiring meningkatnya aksesibilitas, sejumlah desa wisata binaan Bakti BCA seperti Bukit Peramun dan Desa Terong mulai memperkuat daya tarik mereka. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan pihaknya terus mendorong desa-desa binaan untuk menonjolkan karakteristik lokal masing-masing.

"Kami senantiasa mendorong desa-desa yang telah menjadi binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki," kata Hera F. Haryn dalam keterangan tertulisnya.

Bukit Peramun yang dinobatkan sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat oleh MURI telah menerapkan inovasi virtual assistant berbasis Android dalam dua bahasa. Sementara itu, Desa Wisata Kreatif Terong mengandalkan pemanfaatan lahan bekas tambang timah untuk aktivitas edukasi dan tradisi makan bedulang bagi wisatawan.

Artikel terkait

Rekomendasi