Sebuah sedan Morris Garages (MG) jenis MG5 hangus terbakar saat sedang terparkir di depan sebuah hotel mewah di kota Ningbo, Tiongkok, pada Minggu malam, 17 Mei 2026.
Peristiwa kebakaran hebat yang tidak memakan korban jiwa ini dilansir dari Suara yang mengutip laporan media Car News China. Insiden tersebut kini kembali mengarahkan perhatian publik pada reputasi keselamatan tipe kendaraan bensin tersebut.
Saksi mata di sekitar lokasi kejadian melaporkan bahwa kobaran api pertama kali muncul dari area kabin serta bagasi, bukan berasal dari ruang mesin depan. Kepulan asap hitam pekat sempat menyebar ke area vegetasi sekitar, namun kendaraan lain yang diparkir berdampingan berhasil selamat dari rambatan api.
Kerugian total akibat insiden ini dipastikan harus ditanggung sendiri oleh pemilik kendaraan karena mobil tersebut tidak didaftarkan pada program asuransi kerusakan. MG5 berbahan bakar bensin itu diketahui telah dibeli sejak dua tahun yang lalu oleh pemiliknya.
Otoritas setempat dan pihak pabrikan hingga kini masih belum merilis pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kegagalan teknis yang memicu kebakaran. Berdasarkan regulasi di Tiongkok, asuransi wajib lalu lintas hanya mencakup kompensasi kerusakan properti pihak ketiga dengan nilai maksimal sebesar 2.000 yuan atau sekitar Rp5,3 juta.
Model sedan kompak MG5 sendiri memiliki varian mesin bensin 1.5 liter turbo bertenaga 178 hp serta mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated berdaya 127 hp. Kendaraan ini dipasarkan di pasar domestik Tiongkok dengan rentang harga mulai dari 47.900 yuan hingga 78.900 yuan.
Catatan keselamatan MG5 sebelumnya sempat menuai kritik tajam setelah mendapatkan hasil nol bintang dalam uji tabrak ANCAP di Australia pada tahun 2023. Evaluasi uji tabrak saat itu menunjukkan struktur dashboard berisiko mencederai penumpang depan, disertai rendahnya perlindungan benturan samping serta whiplash.
Pemerintah Tiongkok kini tengah menyiapkan regulasi keselamatan baru yang mewajibkan seluruh baterai kendaraan memenuhi standar ketat bebas api dan ledakan mulai Juli 2026. Aturan baru tersebut juga akan mewajibkan pemasangan sistem handle pintu mekanis darurat pada setiap unit kendaraan demi mempermudah proses evakuasi.