Kuliner Sego Tiplek Kulon Progo Diusulkan Jadi Warisan Budaya

Kuliner Sego Tiplek Kulon Progo Diusulkan Jadi Warisan Budaya

Desa Wisata Hargotirto di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini mempromosikan sego tiplek sebagai hidangan unggulan setelah kuliner tradisional ini sempat hampir punah. Hidangan khas petani tersebut secara resmi telah diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh pemerintah daerah setempat pada Jumat (15/5/2026).

Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, nasi yang dibungkus daun pisang berbentuk prisma ini memiliki tekstur padat dan aroma gurih. Hidangan ini kembali diangkat menjadi identitas budaya setelah ditemukan kembali oleh pengelola desa wisata di sebuah pasar tradisional kecil di wilayah Segajih.

"Sego tiplek ini merupakan makanan bekal petani yang kini naik kelas menjadi menu andalan desa wisata," kata Ali Subkhan, Ketua Desa Wisata Hargotirto.

Ali menjelaskan bahwa jejak kuliner ini ditemukan di Pasar Magangan, pasar tradisional yang hanya beroperasi pada hari pasaran Legi dan Pon. Setelah ditemukan kembali, pengelola desa wisata memutuskan untuk menghidupkan kembali tradisi kuliner tersebut.

"Akhirnya kami jadikan menu andalan desa wisata," kata Ali.

Proses pembuatan sego tiplek tetap mempertahankan metode tradisional dengan cara dikukus menggunakan santan di atas tungku kayu bakar selama satu jam. Cara memasak ini diklaim membuat nasi lebih tahan lama dan menghasilkan rasa asin gurih yang khas.

"Karena itu bisa awet, dari pagi sampai sore," kata Ali.

Kuliner ini tercatat telah berusia lebih dari tujuh dekade dan diwariskan secara turun-temurun hingga tiga generasi. Saat ini, penyajian sego tiplek telah berkembang dengan pendamping berupa lauk ingkung ayam serta botok tawon untuk memenuhi selera para wisatawan.

"Harganya sekitar Rp4.000 per bungkus," kata Ali.

Pengusulan sego tiplek sebagai Warisan Budaya Tak Benda kini telah memasuki tahap verifikasi sejarah dan proses pembuatan selama dua tahun terakhir. Masyarakat setempat berharap status hukum tersebut dapat memperkuat posisi kuliner ini sebagai ikon budaya dari Kulon Progo.

Artikel terkait

Rekomendasi