Gedung Internasional yang berlokasi di kawasan Kota Tua Jakarta menyimpan rekam jejak kejayaan perusahaan pelayaran Belanda, Rotterdam Lloyd, sejak awal abad ke-20. Bangunan yang diresmikan pada 25 Mei 1912 ini tetap berdiri kokoh dengan arsitektur khas meski dikelilingi bangunan dari era yang lebih tua.
Keberadaan bangunan bersejarah ini menjadi sorotan dalam rute tur bertajuk Oud Batavia en Omstreken: Dulu & Sekarang pada Selasa (8/4/2026). Dilansir dari Detik Travel, pemandu tur Gilang Ramadhan menjelaskan bahwa gedung ini memiliki desain yang berbeda dibandingkan bangunan sekitarnya.
"Jadi ini abad ke-20 baru didirikannya. Makanya mungkin terlihat jauh lebih muda atau lebih kokoh dibandingkan yang lain, dan dari segi desain berbeda sama gedung-gedung yang bangunnya tahun 1800-an," kata Gilang, Pemandu Free Guided Tour UPK Old Town.
Awalnya, gedung ini bernama Van den Agent Der Internationale Crediet Enn Handelsvereeniging Rotterdam yang berfungsi sebagai ruang perkantoran lembaga asuransi dan keuangan. Salah satu penyewa terbesarnya adalah Rotterdam Lloyd, raksasa maritim yang menghubungkan Hindia Belanda dengan jalur global.
Jejak operasional perusahaan ini terekam melalui arsip dan poster promosi lama yang menunjukkan luasnya jangkauan pelayaran mereka saat itu. Kapal-kapal perusahaan tersebut melayani rute hingga ke wilayah Afrika dan Asia Selatan.
"Kita bisa melihat dalam poster promosi servisnya, ada rute yang menghubungkan Sumatera dan Jawa ke Ceylon (Sri Lanka) dan Egypt (Mesir). Jadi bukan hanya di dalam wilayah Nusantara, tapi juga sampai ke luar," kata Gilang, Pemandu Free Guided Tour UPK Old Town.
Kemewahan arsitektur gedung ini masih terlihat pada ornamen kaca patri di lantai dua yang memadukan lambang Kota Batavia dengan inisial 'RL' milik Rotterdam Lloyd. Selain itu, terdapat ukiran patung singa bermahkota sebagai lambang Kerajaan Belanda di atas kusen pintu bertuliskan 'Kas'.
Nuansa kelautan juga sangat menonjol pada berbagai ornamen kayu yang menghiasi ruangan. Gilang menunjukkan adanya ukiran detail yang merepresentasikan armada laut Eropa di masa lalu pada kusen pintu bangunan tersebut.
"Kita bisa lihat di sini ada ukiran perahu Galeon atau perahu-perahu Eropa Belanda. Memang karena ini berkaitan dengan perusahaan pelayaran, tentu mereka membuat ukiran-ukiran yang sangat sesuai," terang Gilang, Pemandu Free Guided Tour UPK Old Town.
Keaslian gedung ini masih terjaga pada bagian ubin keramik dinding dan lantai yang berasal dari tahun 1912. Saat ini, Gedung Internasional telah ditetapkan sebagai cagar budaya di bawah pengelolaan Konsorsium Kota Tua dan membuka peluang kerja sama untuk penggunaan ruang kosong di lantai dua.
Meski telah melalui proses revitalisasi, tantangan pelestarian tetap ada akibat aksi vandalisme berupa coretan liar di beberapa bagian dinding dan kusen. Masalah ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan kesadaran dari pengunjung kawasan sejarah tersebut.
"Ini tentu vandalisme. Kami masih memerangi yang namanya vandalisme di beberapa titik dan gedung lain. Tentunya ini perlu sinergi dengan kesadaran masyarakat. Pemerintah melakukan preservasi dan penjagaan, di sisi lain masyarakat juga perlu edukasi lebih jauh tentang pentingnya menjaga bangunan cagar budaya," kata Gilang, Pemandu Free Guided Tour UPK Old Town.