Mengenal Sejarah Jabal Rahmah di Arafah dan Kisah Pertemuan Adam Hawa

Mengenal Sejarah Jabal Rahmah di Arafah dan Kisah Pertemuan Adam Hawa

Jabal Rahmah merupakan sebuah bukit kecil yang berlokasi di Padang Arafah, wilayah timur luar Kota Makkah. Bukit ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam karena nilai sejarah dan religius yang menyertainya.

Dilansir dari Detikcom, tempat ini sangat populer di kalangan jemaah haji karena berkaitan erat dengan riwayat Nabi Adam AS dan Siti Hawa. Keduanya diyakini bertemu kembali di bukit ini setelah diturunkan ke bumi.

Dalam buku Sejarah Terlengkap 25 Nabi karya Rizem Aizid, Jabal Rahmah dijelaskan sebagai bagian dari kawasan Arafah yang menjadi lokasi pelaksanaan wukuf. Jemaah sering mendatangi bukit ini untuk mempelajari sejarah Islam.

Asal-usul nama Rahmah yang berarti kasih sayang merujuk pada peristiwa dipertemukannya kembali pasangan manusia pertama di bumi. Adam dan Hawa sempat terpisah dalam waktu yang cukup lama setelah keluar dari surga.

Beberapa riwayat menyebutkan masa perpisahan tersebut berlangsung selama 40 hari, sementara pendapat lain menyatakan hingga 100 tahun. Setelah melalui proses pencarian, Allah SWT mempertemukan mereka di titik ini.

Sebagai penanda peristiwa bersejarah tersebut, kini berdiri sebuah tugu beton setinggi 8 meter di puncak bukit. Tugu dengan lebar 1,8 meter itu diyakini masyarakat sebagai titik persis bertemunya Adam dan Hawa.

Ketentuan Berdoa di Jabal Rahmah

Banyak jemaah memanjatkan doa di area ini karena menganggapnya sebagai lokasi yang mustajab. Meski demikian, literatur keislaman memberikan catatan penting mengenai praktik ibadah di lokasi tersebut.

Buku 1200 Fakta Unik Destinasi Wisata Dunia karya Adnand Rahmadi mencatat antusiasme jemaah dalam berdoa di sana. Namun, perlu dipahami bahwa mendaki bukit ini bukan merupakan bagian dari rukun haji.

Wira Kautsari Wijayanti dalam buku Doa dan Zikir Mustajab menjelaskan bahwa keutamaan doa sebenarnya lebih terkait dengan waktu wukuf di kawasan Arafah secara umum. Hal ini merujuk pada hadits riwayat Tirmidzi.

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah."

Karena letaknya yang berada di dalam kawasan Arafah, jemaah disarankan untuk memperbanyak zikir dan doa selama berada di sana, terutama saat puncak ibadah haji berlangsung.

Doa Saat Melihat Bukit Kasih Sayang

Terdapat anjuran doa khusus ketika seorang jemaah melihat penampakan Jabal Rahmah. Doa ini tercantum dalam panduan yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ وَأَعْطِنِي سُؤْلِي وَوَجَّهُ لِيَ الْخَيْرَأَيْنَمَا تَوَجَّهْتُ. سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ والله أكبر.

"Ya Allah, ampunilah aku, terimalah taubatku, penuhilah segala permintaanku dan hadapkanlah kebaikan kepadaku dimana pun aku menghadapkan diri. Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Agung."

Selain kisah Adam dan Hawa, Jabal Rahmah juga mencatat sejarah penting sebagai lokasi tempat Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhir atau Haji Wada' sebelum beliau wafat.

Artikel terkait

Rekomendasi