Sektor Green Jobs Berpotensi Buka 150 Ribu Lowongan Kerja Baru

Sektor Green Jobs Berpotensi Buka 150 Ribu Lowongan Kerja Baru

Sektor pekerjaan berbasis lingkungan atau green jobs diprediksi bakal menjadi penyelamat sekaligus magnet lowongan kerja baru di Indonesia. Lapangan kerja ini hadir di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK yang marak terjadi belakangan ini.

Dilansir dari Medcom, Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa pengembangan bioenergi nasional siap membuka sekitar 150 ribu lapangan kerja. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu solusi konkret untuk mengatasi badai PHK.

Sektor ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi finansial pencari kerja, tetapi juga ramah lingkungan dan menguntungkan secara bisnis. Jika target implementasi biomassa di pembangkit listrik mampu mencapai 10 juta ton per tahun, nilai ekonomi yang berputar diklaim bisa menyentuh Rp11 triliun serta memangkas emisi karbon hingga 12 juta ton CO2 tiap tahunnya.

Menurut Hokkop, pemanfaatan biomassa dalam skala besar bukan sekadar tren transisi energi, melainkan paket lengkap yang membawa dampak positif bagi ekonomi, sosial, dan bumi.

"Kalau implementasi biomassa reduksi emisinya sekitar 12 juta ton CO2 dan potensi tenaga kerja yang tercipta bisa mencapai 150 ribu orang dalam tiga sampai empat tahun," jelas Hokkop.

Biomassa menjadi jalan pintas yang efektif untuk transisi energi melalui metode co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU. Proses ini dilakukan dengan mengganti sebagian batu bara yang biasa digunakan sebagai bahan bakar dengan bahan organik yang lebih ramah lingkungan.

Bahan organik yang digunakan meliputi limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah rumah tangga. Hokkop menjelaskan bahwa penerapan metode ini tidak akan memicu guncangan pada pasokan listrik harian masyarakat.

"Bioenergi bukan untuk menggantikan pembangkit fosil secara total dalam waktu singkat, melainkan menjadi solusi transisi yang memungkinkan penurunan emisi secara bertahap tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik nasional," ujarnya.

Pemanfaatan Limbah dan Potensi Biomassa Nasional

Komitmen hijau ini sudah diterapkan oleh PLN melalui co-firing biomassa di 52 PLTU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang tahun 2025, pemanfaatan biomassa telah menyentuh angka 2,35 juta ton yang berhasil menekan emisi sebesar 2,57 juta ton CO2 ekuivalen.

Sejauh ini, PLN telah memanfaatkan sedikitnya 14 jenis biomassa dengan kualitas kalori yang mumpuni. Jenis limbah yang digunakan mulai dari cangkang sawit, sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, limbah kayu, hingga sampah rumahan yang disulap menjadi bahan bakar alternatif.

Indonesia sendiri memiliki potensi biomassa yang sangat besar hingga mencapai 83,4 juta ton per tahun. Sebaran potensi terbesar berada di Sumatera sebanyak 42,8 juta ton, Kalimantan sebesar 18,9 juta ton, dan Jawa mencapai 13,1 juta ton.

Ke depan, PLN EPI juga mulai melirik pengembangan biogas dan biohidrogen untuk mengoptimalkan sektor industri hijau ini. Salah satu langkah yang direncanakan adalah mengolah gas metana dari limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent untuk menggantikan penggunaan gas alam konvensional.

Artikel terkait

Rekomendasi