Pemerintah Selandia Baru berencana memberlakukan tarif masuk bagi wisatawan mancanegara yang mengunjungi berbagai destinasi alam populer pada Senin (11/5/2026). Kebijakan ini bertujuan mengumpulkan dana guna mendukung upaya konservasi dan pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan lindung tersebut.
Langkah hukum untuk merealisasikan rencana ini telah dimulai melalui pengajuan Conservation Amendment Bill di Wellington oleh Menteri Konservasi Selandia Baru, Tama Potaka. Aturan baru ini dirancang untuk melegalkan pungutan biaya di lokasi konservasi yang memiliki tingkat kunjungan tinggi.
Selain mengatur mengenai biaya retribusi bagi turis asing, revisi regulasi tersebut juga mencakup kemudahan bagi pihak swasta dalam memperoleh izin usaha di wilayah konservasi. Dilansir dari Detik Travel, kebijakan ini meniru skema yang telah berjalan di destinasi dunia lain seperti Machu Picchu di Peru.
Sejumlah lokasi ikonik yang masuk dalam radar pengenaan tarif meliputi Milford Sound, Tongariro Alpine Crossing, dan Cathedral Cove. Potaka menjelaskan bahwa kontribusi dari pengunjung asing sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian lokasi-lokasi tersebut.
"Seperti warga Selandia Baru yang membayar saat mengunjungi taman nasional atau destinasi wisata di luar negeri. Perubahan ini akan memungkinkan wisatawan mancanegara ikut berkontribusi saat mengunjungi lokasi konservasi ikonik di Selandia Baru," kata Potaka, Menteri Konservasi Selandia Baru.
Meski wisatawan asing akan dibebankan biaya, penegasan diberikan bahwa masyarakat lokal tetap dapat mengakses seluruh lokasi konservasi tanpa dipungut biaya. Target penerimaan dari kebijakan ini diperkirakan mencapai NZD 60 juta atau setara Rp 580 miliar per tahun.
Alokasi dana hasil pungutan akan difokuskan pada perlindungan keanekaragaman hayati, perawatan situs warisan, serta perbaikan jalur trekking dan pondok wisata. Pemerintah saat ini masih mematangkan mekanisme pembayaran dan besaran angka pastinya.
Laporan media lokal menyebutkan bahwa kajian tarif saat ini berkisar antara NZD 20 hingga NZD 40 per kunjungan. Namun, untuk beberapa lokasi tertentu yang sangat populer, biaya yang dikenakan berpotensi mencapai NZD 50 bagi setiap pengunjung mancanegara.