Produsen sepeda asal San Diego, Ride1Up, memperkenalkan Revv1 Evo sebagai e-bike pertama di dunia yang menggunakan teknologi baterai Semi-Solid State. Inovasi ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 96,5 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.
Peluncuran produk premium ini membawa standar baru dalam industri kendaraan listrik roda dua melalui penggunaan komponen penyimpan daya yang lebih efisien. Sebagaimana dilansir dari Suara, unit ini dipasarkan dengan harga mulai dari 2.395 dolar AS atau setara Rp42 juta.
Harga tersebut menempatkan Revv1 Evo di segmen yang bersaing dengan sepeda motor konvensional seperti Honda CBR150R atau Yamaha XSR 155. Namun, keunggulan utama terletak pada baterai berkapasitas 1 kWh yang diklaim memiliki masa pakai hingga 10 tahun.
Data teknis menunjukkan bahwa baterai ini mampu melewati lebih dari 1.200 siklus pengisian sebelum kapasitasnya menurun ke angka 80 persen. Durasi pengisian daya dari posisi kosong hingga penuh hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam tanpa risiko degradasi signifikan.
Ketahanan pada cuaca ekstrem juga menjadi nilai tambah, di mana baterai tetap mampu mempertahankan 70 persen kapasitasnya pada suhu -20 derajat Celcius. Selain itu, penggunaan material semi-solid state secara drastis menurunkan risiko kebakaran dibandingkan baterai lithium-ion tradisional.
Dari sisi performa, Revv1 Evo dibekali motor hub Bafang 750W yang menghasilkan torsi sebesar 100 Nm. Konfigurasi mesin ini memungkinkan sepeda mencapai kecepatan maksimal hingga 45 km/jam dengan dukungan rangka kokoh berkapasitas beban 181 kg.
Spesifikasi fisik kendaraan mencakup penggunaan ban lebar berukuran 20x4 inci dan sistem suspensi penuh untuk kenyamanan berkendara. Fitur pendukung lainnya meliputi layar warna HD, lampu depan dengan intensitas 1000 lux, serta integrasi lampu rem dan lampu sein.