PT Karya Bahari Abadi (KBA) berkolaborasi dengan CV Sentral Yanmar Prambanan menyelenggarakan program servis gratis mesin tempel bagi nelayan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Nelayan 2026.
Langkah nyata ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas serta menjamin keselamatan para nelayan saat melaut melalui perawatan alat produksi yang optimal. Dilansir dari Detik Oto, kegiatan kolaboratif ini melibatkan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul dan Dinas Perikanan setempat.
Penyelenggara menargetkan sedikitnya 500 unit mesin tempel bermerek Yamaha milik nelayan mendapatkan perawatan teknis secara menyeluruh dalam agenda tersebut. Fasilitas yang disediakan mencakup pembersihan komponen, penggantian oli, pengecekan busi, hingga pemberian edukasi mengenai cara merawat mesin yang benar.
Penyelenggara menegaskan bahwa kesiapan alat produksi merupakan faktor krusial dalam memperkuat sektor perikanan nasional selain faktor hasil tangkapan. Hal ini mendasari inisiasi program perawatan mesin secara cuma-cuma tersebut.
"Penguatan sektor perikanan tidak hanya soal hasil tangkapan, tapi juga kesiapan alat produksi nelayan. Melalui program ini, kami ingin memastikan nelayan bisa melaut dengan lebih aman dan efisien," ujar perwakilan penyelenggara.
Acara yang mengusung tema Nelayan Tangguh, Laut Lestari, Ekonomi Bangkit ini menekankan bahwa ekosistem laut yang terjaga merupakan fondasi ekonomi maritim dalam jangka panjang. Hingga saat ini, sektor perikanan tangkap masih menjadi penopang utama ekonomi bagi jutaan penduduk di wilayah pesisir Indonesia.
Pihak KBA dan CV Sentral Yanmar Prambanan berupaya memberikan solusi langsung atas tantangan yang dihadapi nelayan, seperti keterbatasan akses teknologi dan minimnya perawatan alat produksi. Kerja sama antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan komunitas nelayan dipandang sebagai model efektif untuk memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah pesisir.
Kegiatan di Gunungkidul ini dijadwalkan turut dihadiri oleh Bupati Gunungkidul beserta ratusan nelayan dari berbagai wilayah sekitar. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem maritim yang lebih produktif dan berkelanjutan bagi ekonomi nasional.