Efisiensi penggunaan bahan bakar menjadi perhatian penting bagi masyarakat yang mengandalkan mobil untuk mobilitas harian, terutama di tengah fluktuasi harga BBM. Banyak pengendara tidak menyadari bahwa sejumlah kebiasaan saat mengemudi justru memicu pemborosan bensin.
Dikutip dari Suara, perwakilan Shell Indonesia menjelaskan bahwa pola berkendara yang kurang tepat serta pemilihan jenis bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat membuat proses pembakaran mesin menjadi tidak optimal. Kondisi tersebut secara langsung meningkatkan konsumsi bahan bakar kendaraan.
Setidaknya terdapat empat faktor utama yang menyebabkan mobil menjadi lebih boros bensin. Faktor pertama adalah melaju dengan kecepatan ekstrem, karena hambatan udara yang diterima kendaraan akan semakin besar saat mobil bergerak terlalu kencang sehingga mesin dipaksa bekerja lebih keras.
Sebaliknya, mengemudi dengan kecepatan yang terlalu lambat juga berdampak buruk pada efisiensi bensin. Pada mobil dengan transmisi matic, laju kendaraan yang terlalu pelan membuat sistem transmisi bertahan di gigi rendah, sehingga putaran mesin tetap tinggi.
Kebiasaan menginjak pedal gas secara mendadak atau agresif turut mempercepat habisnya bahan bakar. Ketika akselerasi dilakukan secara tiba-tiba dalam waktu singkat, pasokan bensin yang dikirim ke ruang bakar akan melonjak drastis dibandingkan dengan akselerasi secara bertahap.
Selain itu, pola mengemudi yang terlalu sering menginjak rem secara agresif juga membuang energi dan kecepatan kendaraan dengan percuma. Setelah melakukan pengereman, mesin harus kembali menyuplai tenaga tambahan untuk mengembalikan kecepatan mobil ke posisi semula.